VIVA – Hana Kuraki sempat menghentikan aktivitasnya di industri hiburan dewasa beberapa bulan sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di usia 25 tahun. Kondisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah kabar kepergiannya di sebuah apartemen di kawasan Kabukicho, Tokyo, pada Sabtu malam, 12 September 2026.
Sebelum meninggal, Hana diketahui sempat mengumumkan hiatus karena mengalami cedera serius pada bagian wajah dan rahang. Saat itu, ia menyebut cedera tersebut terjadi akibat kecelakaan lalu lintas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keputusan Hana untuk berhenti sementara dari aktivitas profesional membuat perjalanan hidupnya beberapa bulan terakhir kembali diperhatikan publik. Terlebih, setelah kabar kematiannya muncul, beredar berbagai informasi lain di internet mengenai kondisi yang pernah dialaminya.
Hana Kuraki merupakan aktris film dewasa Jepang yang memulai kariernya sebagai aktris eksklusif label S1 pada Mei 2024. Kariernya di industri tersebut baru berjalan sekitar dua tahun ketika kabar kematiannya muncul.
Beberapa bulan sebelum meninggal, Hana memutuskan untuk hiatus dari aktivitas hiburan. Ia diketahui mengalami cedera cukup serius yang berdampak pada bagian wajah dan rahangnya.
Dalam keterangannya pada Juni 2026, Hana menyebut cedera tersebut disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas. Kondisi itu kemudian membuat aktivitas profesionalnya harus dihentikan untuk sementara.
Setelah kematian Hana diberitakan, kondisi cedera yang pernah dialaminya kembali menjadi perhatian. Pasalnya, muncul sejumlah klaim di internet yang memberikan versi berbeda mengenai penyebab luka tersebut.
Beberapa informasi anonim bahkan mengaitkannya dengan seorang host Kabukicho bernama Shota Taira. Salah satu klaim yang beredar menyebut Hana diduga mengalami cedera setelah terseret mobil Maybach ketika berusaha masuk ke kendaraan.
Selain cerita mengenai kecelakaan dan dugaan kekerasan, sejumlah dokumen juga beredar secara daring dan diklaim berkaitan dengan persoalan pribadi Hana.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dokumen tersebut disebut-sebut berhubungan dengan penyelesaian perkara serta permintaan maaf. Namun, keaslian dokumen yang beredar belum terverifikasi sehingga isinya tidak dapat dipastikan sebagai fakta.
Sakito, pemilik klub sekaligus petarung BreakingDown yang datang ke lokasi setelah mendapat telepon dari seorang teman Hana, juga mengatakan bahwa Hana pernah bercerita kepadanya mengenai masalah dalam hubungan pribadinya.
Halaman Selanjutnya
Pernyataan tersebut kembali ramai diperbincangkan setelah Hana meninggal. Namun, cerita pribadi yang disampaikan kepada Sakito tidak dapat dijadikan bukti untuk menentukan penyebab kematian maupun mengonfirmasi dugaan kekerasan yang beredar.

1 week ago
15





















