Jakarta, VIVA – PT Blue Bird Tbk terus mengeksplorasi berbagai teknologi kendaraan ramah lingkungan untuk memperkuat armada taksinya. Selain kendaraan listrik murni, perusahaan transportasi tersebut kini juga mulai menjajaki penggunaan mobil hybrid plug-in atau plug-in hybrid electric vehicle (PHEV).
Chief Executive Officer PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan uji coba kendaraan hybrid plug-in dalam jumlah terbatas. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mencari kombinasi teknologi yang paling efisien untuk operasional taksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami sedang trial mobil PHEV. Jumlahnya tidak banyak, kurang dari 10 unit. Nanti jika memang sudah siap, akan kami undang untuk peresmiannya,” ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 10 Maret 2026.
Menurutnya, uji coba tersebut dilakukan untuk melihat efektivitas kendaraan hybrid dalam operasional sehari-hari. Evaluasi mencakup efisiensi bahan bakar, biaya operasional, hingga kesiapan infrastruktur pengisian listrik yang dibutuhkan kendaraan jenis tersebut.
Di sisi lain, Bluebird juga terus memperluas penggunaan kendaraan listrik murni sebagai bagian dari transformasi armada menuju mobilitas rendah emisi. Adrianto mengatakan bahwa porsi armada listrik dalam ekosistem Bluebird saat ini terus meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
“Armada EV kami terus tumbuh, tadinya kan 2 persen sekarang hampir 4 persen,” katanya.
Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono
Bluebird sebelumnya juga pernah mencoba teknologi hybrid pada armadanya dengan menggunakan Toyota Prius. Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi perusahaan dalam menilai potensi penggunaan kendaraan elektrifikasi untuk kebutuhan transportasi publik.
“Waktu itu memang sempat uji coba hybrid pakai Prius, tapi sekarang sudah dipakai lagi,” ujar Adrianto menambahkan.
Sementara itu, Chief Marketing Officer PT Blue Bird Tbk, Monita Moerdani, menjelaskan bahwa armada kendaraan listrik yang saat ini digunakan perusahaan berasal dari beberapa produsen otomotif global. Model kendaraan tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan performa, efisiensi, serta dukungan layanan purna jual.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Armada EV kami saat ini ada dari BYD dan Hyundai. Untuk Tesla sudah tidak lagi dioperasikan,” kata Monita.
Sebagai salah satu operator transportasi terbesar di Indonesia, Bluebird memiliki jaringan operasional yang luas. Perusahaan tersebut didukung sekitar 28.000 pengemudi dengan sekitar 58 pool taksi yang tersebar di berbagai wilayah operasional.
Halaman Selanjutnya
Dengan skala armada yang besar, keputusan untuk mengadopsi teknologi kendaraan baru tentu membutuhkan proses evaluasi yang matang. Oleh karena itu, Bluebird memilih melakukan uji coba terlebih dahulu sebelum memutuskan penggunaan kendaraan hybrid atau elektrifikasi dalam jumlah lebih besar.

4 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

