Selasa, 10 Maret 2026 - 14:00 WIB
Pakistan, VIVA – Senin 9 Mart 2026, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan penutupan seluruh sekolah hingga akhir bulan. Selain itu, mahasiswa perguruan tinggi diminta menjalani perkuliahan secara daring, sementara setengah dari tenaga kerja di negara itu akan bekerja dari rumah.
Kebijakan ini diambil ketika Pakistan menerapkan langkah penghematan ketat di tengah melonjaknya harga bahan bakar global. Seperti diketahui perang antara Iran dan Amerika Serikat sejak akhir Februari lalu, Iran telah memblokir jalur tersebut sehingga rantai pasok global ikut tertekan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Banyak kapten kapal enggan mengambil risiko melintas di wilayah itu karena pertempuran masih berlangsung di sekitar Teluk. Akibatnya, perusahaan pelayaran internasional harus menata ulang operasional mereka tanpa akses ke jalur yang selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas.
“Serangan-serangan ini menimbulkan ancaman besar bagi seluruh kawasan,” kata Sharif dalam pidato yang disiarkan di televisi seperti dikutip dari laman Middle Eye East, Selasa 10 Maret 2026.
Ia menambahkan, karena Pakistan sangat bergantung pada pasokan energi dari negara-negara Teluk, pemerintah terpaksa mengambil keputusan sulit demi menjaga stabilitas ekonomi negara.
Empat pemasok bahan bakar terbesar ke Pakistan adalah Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait. Negara-negara tersebut kini menghadapi gangguan produksi akibat perang dengan Iran, atau tidak dapat mengekspor karena penutupan Selat Hormuz.
Sekitar 20 persen konsumsi minyak dunia melewati Selat Hormuz. Sementara itu, Qatar dan Uni Emirat Arab bersama-sama menyumbang sekitar 99 persen impor gas alam cair (LNG) Pakistan.
Sharif menjelaskan bahwa 50 persen pegawai di sektor publik dan swasta akan bekerja dari rumah, kecuali mereka yang berada di sektor layanan penting seperti pertanian dan perbankan. Perguruan tinggi juga akan mengalihkan seluruh kegiatan belajar mengajar ke sistem daring.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemerintah juga akan memangkas pengeluaran negara sebesar 20 persen. Pembelian besar seperti furnitur dan pendingin ruangan untuk instansi pemerintah dilarang.
Pejabat pemerintah yang berpenghasilan lebih dari 300.000 rupee Pakistan atau sekitar 18.105.166 per bulan akan dipotong dua kali gaji. Penggunaan kendaraan dinas juga akan dikurangi hingga 60 persen selama dua bulan ke depan, sementara tunjangan bahan bakar untuk kendaraan tersebut dipangkas setengahnya.
Halaman Selanjutnya
Kabinet federal tidak akan menerima gaji selama dua bulan, dan anggota parlemen akan mengalami pemotongan gaji sebesar 25 persen. Semua anggota parlemen juga dilarang melakukan perjalanan ke luar negeri.

4 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

