Bocor! Laporan Rahasia Pentagon Ungkap Dugaan Kelalaian Trump terhadap Warga Sipil

2 hours ago 1

Senin, 18 Mei 2026 - 10:00 WIB

VIVA –Laporan internal Inspektur Jenderal Pentagon mengungkap dugaan kelalaian serius pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap keselamatan warga sipil dalam perang melawan  Iran. Laporan tersebut menguatkan berbagai tuduhan yang selama ini disampaikan Iran. 

Berdasarkan laporan tersebut, dugaan kejahatan perang sistematis terhadap Iran terjadi setelah mekanisme perlindungan warga sipil sengaja dilemahkan di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokumen rahasia Departemen Pertahanan AS yang dirilis pada 15 Mei itu mengungkap bahwa hingga akhir tahun anggaran 2025, tidak satu pun dari 11 target utama dalam program Civilian Harm Mitigation and Response Action Plan (CHMR-AP) 2022 berhasil dijalankan sepenuhnya. Seluruh 133 langkah yang diwajibkan juga disebut masih belum selesai dilaksanakan. 

Pendanaan untuk berbagai alat penting, termasuk database pelacakan korban sipil, dipangkas. Pertemuan komite pengarah dihentikan. Banyak staf berpengalaman dipindahkan atau disingkirkan, sehingga Pusat Perlindungan Sipil disebut hanya menjadi nama tanpa fungsi nyata, tanpa anggaran, mandat, misi, maupun kewenangan.

Melansir laman presstv.ir, Senin 18 Mei 2026, laporan  menyebut kondisi tersebut bukan sekadar kelalaian birokrasi, melainkan keputusan kebijakan yang disengaja oleh Pentagon di bawah Hegseth untuk lebih mengutamakan kekuatan militer dibanding hukum internasional dan keselamatan manusia.

Waktu terbitnya laporan itu juga menjadi sorotan. Dokumen tersebut muncul bersamaan dengan pernyataan Kepala Komando Pusat AS Laksamana Brad Cooper yang mengaku tidak dapat memverifikasi laporan mengenai serangan terhadap sekolah dan rumah sakit di Iran setelah lebih dari 13.600 serangan udara dipimpin AS di wilayah Iran.

Alasan Cooper saat itu karena database yang seharusnya digunakan untuk memverifikasi korban sipil justru sudah dihentikan pendanaannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan kepala penilaian korban sipil Pentagon, Wes Bryant, menyebut temuan inspektur jenderal itu sebagai upaya menutupi fakta. Ia mengatakan sekitar 90 persen posisi khusus terkait perlindungan sipil telah dihapus dan Pusat Perlindungan Sipil tidak lagi dilibatkan dalam pengawasan sejak Maret 2025. 

Korban sipil akibat operasi militer AS disebut tidak hanya terjadi di Iran. Pada masa jabatan kedua Trump, pasukan AS dilaporkan menewaskan lebih dari 2.000 warga sipil di berbagai negara.

Halaman Selanjutnya

Dalam Operasi Rough Rider di Yaman saja, sedikitnya 224 warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan pada musim semi 2025. Jumlah itu hampir dua kali lipat dibanding korban sebelumnya dalam waktu singkat. Laporan serupa juga muncul dari Venezuela, Somalia, Suriah, dan beberapa wilayah lain.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |