Jakarta, VIVA – Mobil listrik semakin sering disebut sebagai solusi transportasi yang lebih hemat dibanding kendaraan berbahan bakar minyak. Selain bebas emisi gas buang, biaya energi yang dibutuhkan untuk menjalankan mobil listrik juga diklaim jauh lebih rendah dibanding kendaraan konvensional.
Namun di kota besar seperti Jakarta, sepeda motor masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk mobilitas harian. Ukurannya yang ringkas dan konsumsi bahan bakarnya yang irit membuat motor dianggap sebagai kendaraan paling ekonomis untuk digunakan setiap hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lalu, bagaimana jika biaya operasional mobil listrik dibandingkan dengan sepeda motor yang selama ini dikenal hemat? Perhitungan sederhana menunjukkan selisihnya ternyata tidak sebesar yang dibayangkan banyak orang.
Sebagai contoh, sebuah mobil listrik perkotaan dengan konsumsi energi sekitar 9,3 kWh per 100 kilometer atau setara 10,75 km per kWh membutuhkan biaya sekitar Rp158 per kilometer jika pengisian daya dilakukan di rumah dengan tarif listrik non-subsidi Rp1.700 per kWh.
Artinya, untuk menempuh jarak 50 kilometer per hari, biaya energi yang dikeluarkan hanya sekitar Rp7.900. Jika digunakan selama 30 hari dalam sebulan, total biaya listriknya berada di kisaran Rp237 ribu.
Bandingkan dengan sepeda motor matik berkapasitas 110-125 cc yang rata-rata mampu mencatat konsumsi bahan bakar sekitar 50 kilometer per liter. Dengan asumsi menggunakan Pertalite seharga Rp10 ribu per liter, biaya operasionalnya mencapai sekitar Rp200 per kilometer.
Dalam penggunaan harian sejauh 50 kilometer, pengendara motor perlu mengeluarkan biaya sekitar Rp10 ribu per hari. Jika dikalkulasikan selama satu bulan, pengeluaran bahan bakarnya mencapai sekitar Rp300 ribu.
Perbedaan biaya tersebut memang tidak terlalu besar, namun menunjukkan bahwa mobil listrik dapat menawarkan biaya energi yang kompetitif meski memiliki ukuran kendaraan yang jauh lebih besar. Pengguna juga memperoleh kenyamanan kabin tertutup yang tidak dimiliki sepeda motor.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keunggulan lain mobil listrik muncul saat digunakan di jalanan padat yang menjadi pemandangan sehari-hari di Jakarta. Berbeda dengan mesin pembakaran internal, motor listrik tetap bekerja efisien dalam kondisi macet dan stop and go.
Teknologi regenerative braking yang kini banyak digunakan mobil listrik juga membantu mengembalikan sebagian energi ke baterai saat kendaraan melambat. Fitur tersebut membuat pemakaian energi menjadi lebih optimal selama berkendara di perkotaan.
Halaman Selanjutnya
"“Banyak konsumen kini mempertimbangkan biaya penggunaan kendaraan secara menyeluruh, bukan hanya harga beli," ujar Chief Executive Officer Changan Indonesia, Setiawan Surya, dikutip VIVA Otomotif Selasa 23 Juni 2026.

2 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)