Jakarta, VIVA – Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf alias Gus Irfan, membuka acara 'International Islamic Expo 2026 — The 16th Tourism Exchange', yang digelar pada 26–28 Juni 2026 di JICC, Senayan, Jakarta.
Dia berharap, gelaran acara International Islamic Expo 2026 ini dapat menjadi wadah konsolidasi nasional yang diarahkan pada lima agenda utama.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Antara lain yakni pelindungan jamaah, transparansi biaya dan layanan, kepatuhan terhadap regulasi, integrasi digital, serta penguatan ekonomi haji dan umrah nasional," kata Gus Irfan dalam pidato sambutannya di JICC, Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Menteri Haji dan Umrah, M. Irfan Yusuf, membuka acara International Islamic Expo 2026 — The 16th Tourism Exchange
Menhaj menjelaskan bahwa langkah transformasi ini merupakan bagian dari upaya bersama, dalam membangun ekosistem haji dan umrah Indonesia yang semakin maju dan berdaya saing di tingkat global.
"Kita ingin ekosistem haji dan umrah Indonesia tumbuh bersama, melayani lebih baik, memuliakan jemaah, dan mengangkat martabat Indonesia di tingkat global," ujarnya.
Gus Irfan memastikan bahwa pemerintah akan terus berupaya mendorong transformasi penyelenggaraan haji dan umrah melalui penguatan ekosistem yang berkeadaban, transparan, dan berkeadilan. Tujuannya tak lain adalah demi membangun tata kelola industri haji dan umrah yang sehat, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dia berharap, seluruh pemangku kepentingan bisa bergerak dalam satu visi untuk menghadirkan layanan haji dan umrah yang aman, nyaman, tertib, sesuai syariat, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan martabat jamaah.
"Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jemaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat," kata Gus Irfan.
Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap penguatan ekosistem industri umrah, merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karenanya, lanjut Gus Irfan, seluruh elemen dalam industri haji dan umrah diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip pelayanan dan perlindungan kepada jamaah.
"Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, menjadi faktor utama dalam menciptakan tata kelola industri yang profesional. Kepatuhan terhadap regulasi baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, menjadi fondasi penting agar penyelenggaraan haji dan umrah agar bisa berjalan secara berkeadaban serta memberikan kepastian bagi seluruh pihak," ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Sebagai informasi, Forum International Islamic Expo 2026 yang berlangsung pada 26–28 Juni 2026 di JICC, Senayan, Jakarta, merupakan wadah konsolidasi berbagai pemangku kepentingan di sektor tersebut. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, asosiasi penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU), penyelenggara ibadah haji khusus (PIHK), maskapai penerbangan, penyedia akomodasi, lembaga keuangan syariah, industri halal, serta mitra internasional.

2 weeks ago
7











