VIVA – Mata minus atau miopia menjadi salah satu gangguan penglihatan yang semakin sering ditemukan pada anak. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi kemampuan melihat objek yang jauh, tetapi juga dapat berkembang menjadi gangguan penglihatan yang lebih serius apabila progresivitasnya tidak dikendalikan sejak dini.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perkembangan miopia dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Perubahan gaya hidup, seperti meningkatnya penggunaan gawai dan berkurangnya aktivitas di luar ruangan, juga disebut berkontribusi terhadap meningkatnya kasus miopia pada anak dalam beberapa tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Karena itu, orang tua perlu mengenali faktor-faktor yang dapat menyebabkan mata minus bertambah agar langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Berikut beberapa penyebab mata minus bertambah yang perlu diketahui, sebagaimana dihimpun Viva dari siaran pers, Selasa, 14 Juli 2026.
1. Miopia muncul sejak usia dini
Ketua PERDAMI Jakarta, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed, mengatakan, dokter kini semakin sering menemukan kasus miopia pada anak usia di bawah tujuh tahun. Menurutnya, semakin dini miopia muncul, semakin cepat pula progresivitasnya. "Kalau progresivitas ini tidak kita tahan, maka risiko terjadinya komplikasi penglihatan di masa depan akan semakin besar," ujarnya dalam Indonesia Meet The Expert 2026 di Jakarta.
Menurutnya, penanganan sejak dini menjadi penting untuk mengurangi risiko komplikasi penglihatan di kemudian hari.
2. Tidak mengenali fase pre-myopia
Julie menjelaskan bahwa sebelum menjadi miopia, anak dapat memasuki fase pre-myopia, yaitu kondisi ketika ukuran refraksi mata mulai mendekati miopia dan berisiko berkembang menjadi rabun jauh. Menurutnya, fase ini merupakan waktu terbaik untuk melakukan intervensi.
Anak dengan riwayat keluarga miopia, berasal dari etnis Asia, memiliki aktivitas luar ruangan yang minim, serta terlalu banyak melakukan aktivitas jarak dekat atau screen time perlu mendapat perhatian lebih dini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
3. Faktor genetik
Riwayat miopia dalam keluarga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko seorang anak mengalami mata minus. Anak yang memiliki orang tua dengan miopia cenderung memiliki peluang lebih besar mengalami kondisi serupa dibandingkan anak tanpa riwayat keluarga. Meski demikian, faktor genetik bukan satu-satunya penyebab. Kebiasaan sehari-hari juga dapat memengaruhi perkembangan miopia.
Halaman Selanjutnya
4. Terlalu banyak aktivitas jarak dekat

23 hours ago
1











