VIVA – Warisan kerap identik dengan harta benda yang ditinggalkan seseorang untuk keluarga atau generasi berikutnya. Namun, bagi Najwa Shihab, makna legacy atau warisan ternyata jauh lebih luas daripada sekadar kekayaan.
Menurutnya, warisan juga berkaitan dengan nilai hidup yang ditanamkan kepada anak. Nilai tersebut nantinya dapat menjadi bekal ketika generasi berikutnya tumbuh dewasa dan mulai menentukan arah kehidupannya sendiri.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bagi Najwa Shihab, orang tua tidak selalu bisa menentukan seperti apa kehidupan yang akan dijalani anak-anaknya di masa depan. Setiap individu memiliki pilihan, impian, serta jalan hidup yang berbeda.
Karena itu, peran orang tua bukan untuk mengatur seluruh perjalanan hidup anak. Sebaliknya, keluarga dapat memberikan bekal yang cukup agar anak mampu menghadapi berbagai keputusan dan tantangan di masa depan.
Bekal tersebut bisa hadir dalam berbagai bentuk, mulai dari pendidikan, pengalaman, rasa aman, hingga nilai-nilai yang diajarkan sejak kecil.
Najwa Shihab menilai nilai yang ditanamkan dalam keluarga dapat menjadi fondasi penting bagi anak. Nilai tersebut akan membantu seseorang memiliki pegangan ketika harus mengambil keputusan dalam hidup.
“Kita tidak bisa memilihkan kehidupan untuk anak-anak kita. Yang bisa kita lakukan adalah membekali mereka dengan nilai sebagai kompas dan fondasi yang memberi mereka pilihan. Bagi saya, itulah warisan: bekal dan kebebasan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Dan bagian dari menyiapkan bekal itu adalah memastikan apa yang kita bangun hari ini tetap bisa memberi rasa aman bagi mereka di masa depan,” ujar Najwa Shihab.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa legacy tidak selalu harus berbentuk sesuatu yang bisa dilihat secara fisik. Cara berpikir, prinsip hidup, hingga keberanian untuk menentukan pilihan juga dapat menjadi warisan berharga dari orang tua kepada anak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Warisan yang bermakna juga berkaitan dengan ruang dan kebebasan. Anak dapat dibekali dengan nilai yang kuat tanpa harus kehilangan kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri.
Dalam prosesnya, orang tua bisa menjadi tempat untuk pulang, berdiskusi, dan meminta pandangan. Namun, keputusan mengenai jalan hidup pada akhirnya perlu dijalani oleh anak itu sendiri.
Halaman Selanjutnya
Dengan demikian, legacy bukan tentang menciptakan generasi yang selalu mengikuti jejak orang tua, melainkan membentuk individu yang mampu berdiri sendiri dan menentukan pilihannya dengan penuh tanggung jawab.

1 hour ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

