Jakarta, VIVA – Banyak pengemudi mobil matik masih mengandalkan pedal rem saat melintasi jalan menurun. Padahal, kebiasaan tersebut bisa membuat sistem pengereman bekerja terlalu keras, terutama ketika melewati turunan panjang dan curam.
Salah satu teknik berkendara yang kerap diabaikan adalah memanfaatkan engine brake atau rem mesin. Fitur ini bukan hanya tersedia pada mobil bertransmisi manual, tetapi juga bisa digunakan pada mobil matik dengan cara yang benar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dikutip VIVA Otomotif dari Suzuki, Kamis 25 Juni 2026, prinsip kerja engine brake adalah memanfaatkan hambatan putaran mesin untuk membantu mengurangi kecepatan kendaraan. Dengan begitu, beban kerja rem menjadi lebih ringan sehingga risiko kampas rem dan cakram mengalami panas berlebih dapat diminimalkan.
Pada mobil matik, pengemudi tidak disarankan hanya mengandalkan posisi D saat melewati turunan. Sebaiknya pindahkan tuas transmisi ke posisi gigi yang lebih rendah, seperti L (Low), 2, atau mode manual jika mobil sudah dilengkapi fitur tersebut.
Saat berada di posisi gigi rendah, transmisi akan menahan perpindahan gigi sehingga putaran mesin meningkat. Kondisi itu menghasilkan efek pengereman alami yang membuat laju mobil lebih mudah dikendalikan tanpa harus terus-menerus menginjak pedal rem.
Teknik ini sangat berguna ketika melintasi jalur pegunungan atau turunan panjang. Jika hanya mengandalkan rem, suhu kampas dan cakram dapat meningkat drastis sehingga performa pengereman menurun atau yang dikenal sebagai brake fade.
Meski demikian, engine brake bukan berarti membuat pedal rem tidak lagi digunakan. Pengemudi tetap perlu menginjak rem saat ingin mengurangi kecepatan secara signifikan atau ketika menghadapi tikungan tajam, namun penggunaannya dilakukan seperlunya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Apabila turunan sangat curam, pengemudi juga dianjurkan menerapkan teknik pengereman berirama (intermittent braking). Caranya dengan menginjak rem secara tegas hingga kecepatan turun ke batas aman, kemudian melepas pedal rem agar engine brake kembali bekerja. Pola ini membantu memberi waktu bagi sistem pengereman untuk melepaskan panas.
Hal lain yang perlu dihindari adalah memindahkan tuas transmisi ke posisi N atau netral saat mobil sedang melaju di turunan. Selain menghilangkan efek engine brake, posisi netral juga membuat kendali kendaraan berkurang dan justru meningkatkan risiko kecelakaan.
Cari Mobil Matik Bekas di Bawah Rp100 Juta? Ini Pilihan yang Masih Layak Dibeli
Mobil matik bekas masih menjadi incaran banyak konsumen di Indonesia, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan kendaraan praktis dengan bujet terbatas.
VIVA.co.id
17 Juni 2026

2 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)


