Jakarta, VIVA – Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mulai mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di tengah perubahan ini, muncul pertanyaan besar: apakah generasi muda sudah cukup dilibatkan dalam percakapan tentang masa depan teknologi yang akan mereka hadapi?
Pertanyaan tersebut menjadi latar belakang digelarnya forum diskusi bertajuk The Cornerstone, sebuah konferensi yang membuka ruang dialog antara pelajar dan para profesional lintas bidang. Mengangkat tema “AI & The Future We Are Building”, forum ini dirancang untuk menghadirkan perspektif yang lebih inklusif, khususnya bagi generasi Z dan Alpha. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Brand Manager EduALL, Christina Yoris, menilai bahwa selama ini diskusi tentang AI masih didominasi oleh kalangan tertentu, sementara generasi muda justru akan menjadi pengguna utama teknologi tersebut di masa depan.
“Generasi Z dan Alpha akan jadi pengguna terbesar AI di masa depan. Namun, saat ini masih jarang diajak masuk ke diskusinya. Di saat yang sama, kita juga butuh arah yang jelas supaya penggunaan AI tetap bertanggung jawab. That’s why The Cornerstone is here,” ujar Christina dalam keterangannya, dikutip Rabu 6 Mei 2026.
![]()
Forum ini tidak hanya menghadirkan diskusi satu arah, tetapi juga mendorong partisipasi aktif peserta. Pelajar diberikan kesempatan untuk berdialog langsung dengan tokoh-tokoh dari berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kebijakan publik, hingga industri kreatif.
Sejumlah nama yang dijadwalkan hadir antara lain Anies Baswedan, Tom Lembong, Najelaa Shihab, Yonathan Nugroho, hingga Angga Dwimas Sasongko. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkaya sudut pandang peserta terhadap isu-isu strategis terkait AI.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Beberapa topik yang akan dibahas mencakup peran AI dalam tatanan global, transformasi sistem pendidikan, tanggung jawab lingkungan, hingga paradoks teknologi dalam industri kreatif. Dengan pendekatan lintas disiplin, diskusi ini mencoba menghubungkan teknologi dengan realitas sosial yang lebih luas.
CEO EduALL, Devi Kasih, menekankan bahwa akses terhadap diskusi semacam ini harus lebih merata, agar tidak terjadi kesenjangan pemahaman di masa depan.
Halaman Selanjutnya
“Kalau kita bicara tentang masa depan, aksesnya tidak boleh timpang. Setiap anak berhak punya starting point yang sama. Lewat Indonesia Mengajar, kita bisa mengusahakan untuk mengecilkan gap yang ada,” ujar Devi.

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)