Bukan Teknik, Ini Masalah Utama Raymond/Joaquin Usai Tembus Semifinal All England 2026

4 hours ago 2

Rabu, 25 Maret 2026 - 13:00 WIB

VIVA – Langkah pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin di All England 2026 memang harus terhenti di semifinal. Namun, hasil tersebut tetap menjadi pencapaian terbaik mereka sepanjang tur Eropa tahun ini sekaligus menempatkan mereka sebagai satu satunya wakil Indonesia yang mampu menembus babak empat besar.

Pasangan muda ini harus mengakui keunggulan ganda putra nomor satu dunia asal Korea Selatan, Kim Won Ho dan Seo Seung Jae. Meski kalah, performa Raymond dan Joaquin mendapat apresiasi dari tim pelatih karena dinilai menunjukkan perkembangan yang cukup positif di turnamen bulu tangkis tertua di dunia tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala pelatih ganda putra utama pelatnas, Antonius Budi Ariantho, menilai secara permainan anak asuhnya sudah menunjukkan potensi yang baik dan mampu memenuhi target yang diberikan. Namun, ia menegaskan masih ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, terutama dari sisi nonteknis.

 "Secara permainan, mereka menunjukkan potensi yang positif. Namun, masih ada beberapa evaluasi, terutama dari sisi nonteknis seperti komunikasi di lapangan, fokus, dan kemampuan menganalisa permainan lawan," ujar Antonius dalam keterangan yang dikutip PBSI, Rabu 25 Maret 2026.

komunikasi di lapangan, fokus, serta kemampuan menganalisa permainan, sambung Antonius, masih perlu ditingkatkan. Selain itu, dari sisi teknis, pertahanan pasangan ini juga dinilai belum cukup aman, sementara arah bola termasuk saat menerima servis masih relatif mudah diantisipasi lawan. Ke depan, aspek aspek tersebut akan menjadi fokus pembenahan agar permainan mereka bisa lebih solid dan kompetitif.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menilai pengalaman bertanding di level tinggi seperti All England menjadi modal penting bagi Raymond dan Joaquin untuk meningkatkan kematangan permainan dan mental bertanding.

Eng Hian menekankan bahwa yang paling perlu ditingkatkan adalah konsistensi di momen momen krusial karena hal tersebut sering menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan. Ia juga menambahkan bahwa selain aspek teknis, faktor fisik, mental, dan pemulihan kondisi juga terus menjadi perhatian tim pelatih mengingat padatnya jadwal turnamen sepanjang musim 2026.

Halaman Selanjutnya

"Yang perlu ditingkatkan adalah konsistensi di momen-momen krusial. Dari situ biasanya menjadi pembeda antara menang dan kalah. Ini yang terus kami benahi bersama tim pelatih,” tambah Eng Hian.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |