Jakarta, VIVA - Mossad atau Badan intelijen Israel meretas hampir semua CCTV atau kamera pengawas lalu lintas di Teheran, ibu kota Iran, untuk mempersiapkan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai informasi, Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026, yang menewaskan Khamenei dan pejabat senior lainnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mengutip situs Financial Times, Rabu, 4 Maret 2026, CCTV yang tersebar di Teheran telah diretas selama bertahun-tahun, di mana hasil rekamannya dienkripsi dan dikirim ke Israel.
Sebuah CCTV, yang dipasang di jalan tempat kompleks kediaman Ayatollah Ali Khamenei berada, memberikan sudut pandang yang memungkinkan para analis Mossad untuk melacak kendaraan dan rutinitas para personel keamanannya.
Data-data tersebut dilaporkan, diproses untuk membangun apa yang disebut oleh para agen Mossad sebagai "pola kehidupan" para pejabat dan pengawal mereka.
Israel juga mengganggu komponen menara ponsel pintar atau smartphone di dekat kompleks tersebut untuk menghalangi potensi peringatan.
Serangan sporadis terhadap Iran telah direncanakan selama berbulan-bulan, tetapi operasi tersebut disesuaikan setelah intelijen AS dan Israel mengonfirmasi kalau para pejabat senior lainnya akan bertemu Khamenei di kediamannya di Teheran pada Sabtu pagi.
AS dilaporkan memiliki sumber informasi "sangat meyakinkan" di Teheran yang memberikan konfirmasi tersebut. Presiden AS Donald Trump mengatakan jika Ayatollah Ali Khamenei sedang sarapan bersama para ajudan senior saat serangan terjadi.
"Mereka semua mengira bakal aman karena (tidak mungkin serangan) terjadi di siang hari bolong," tuturnya, seperti dilansir dari Russia Today.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump menggambarkan kampanye tersebut, yang dijuluki Operasi Epic Fury, sebagai langkah yang diperlukan untuk melumpuhkan program nuklir dan rudal balistik Iran.
Teheran bersikeras bahwa serangan itu sama sekali tidak beralasan, lalu membalasnya dengan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan pangkalan AS di seluruh Timur Tengah.
Israel Tutup Akses ke Masjid Al Aqsa di Tengah Perang Melawan Iran
Otoritas Israel telah menutup Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah untuk hari ketiga berturut-turut, dengan alasan situasi keamanan yang tidak stabil di wilayah tersebut.
VIVA.co.id
4 Maret 2026

3 hours ago
1





















