Trump Masih Kesal dengan PM Inggris Keir Starmer: Dia Bukan Winston Churchill

3 hours ago 1

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:30 WIB

VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik respons awal pemerintah Inggris terhadap perang di Timur Tengah sebelum melontarkan hinaan baru kepada Sir Keir Starmer.

Berbicara dari Ruang Oval, Presiden AS itu mengatakan dia "tidak senang" dengan Inggris setelah awalnya tidak mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan mereka untuk serangan terhadap Iran, dan menambahkan bahwa Perdana Menteri Inggris "bukan Winston Churchill".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ini adalah 'kritikan' terbaru dalam serangkaian serangan dari presiden AS atas posisi Inggris dalam perang Timur Tengah.

Sebelumnya, Trump mengaku "sangat sedih" melihat hubungan AS-Inggris "tidak seperti dulu,". Ia mengungkapkan hal itu setelah mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer yang dinilai "kelamaan" karena tidak langsung mengizinkan AS memakai pangkalan udara Inggris untuk menyerang Iran.

"Ini dunia yang berbeda. Hubungan kami dengan negara Anda sangat berbeda dari sebelumnya. Sangat menyedihkan melihat hubungan ini jelas-jelas tak seperti dulu," kata Trump dalam wawancara telepon dengan tabloid The Sun.

Trump lantas membandingkan sikap Starmer yang "tak membantu" dengan dukungan dari Prancis dan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte terhadap serangan tersebut. "Saya tak pernah menyangka akan mendapatkan hal itu dari Inggris. Kami mencintai Inggris," kata Trump.

Keir Starmer is ‘No Winston Churchill’

Di Ruang Oval -- Trump sambil mengomentari dukungan dari negara-negara Eropa untuk tindakan AS di Iran, sembari memuji kepala NATO Mark Rutte tetapi menilai Spanyol telah "mengerikan" dan mengkritik Inggris. "Saya juga tidak senang dengan Inggris".

"Pulau itu... Butuh tiga, empat hari bagi kami untuk mencari tahu di mana kami dapat mendarat di sana, akan jauh lebih nyaman mendarat di sana daripada terbang berjam-jam ekstra, jadi kami sangat terkejut," katanya dilansir The Independent

"Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sir Winston Churchill, sang penghancur Nazi Jerman, dikenang sebagai pemimpin terbesar Inggris abad ke-20. Pidato-pidatonya yang menggugah membangkitkan semangat bangsa yang sedang terpuruk di masa-masa tergelapnya.

Sir Winston-lah yang menciptakan istilah "hubungan khusus" untuk aliansi antara Inggris dan AS selama pidatonya di Missouri pada tahun 1946.

Halaman Selanjutnya

Fakta bahwa Sir Winston diundang untuk menginap di Gedung Putih selama perjalanan ke Washington setelah serangan Jepang di Pearl Harbour pada tahun 1941, yang memaksa Amerika langsung terlibat dalam perang, dipandang sebagai cerminan betapa eratnya hubungan transatlantik tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |