Ketegangan Iran vs Israel-AS Picu Lonjakan Harga Emas, Rekor Baru Menanti

3 hours ago 1

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:40 WIB

Jakarta, VIVA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pasar global. Konflik militer antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran mendorong investor memburu aset safe haven seperti emas, seiring meningkatnya ketidakpastian.

Mengutip laporan The Economic Times, para analis menilai harga emas berpotensi menguji level tertinggi baru jika eskalasi konflik terus berlanjut dan memperluas risiko global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan Forex.com, mengatakan bahwa akan ada tambahan permintaan aset lindung nilai yang signifikan.

“Akan ada tambahan permintaan safe haven, yang dapat membuat emas kembali menguji level US$5.500 dan bahkan berpotensi melampaui puncak Januari di sekitar US$5.600,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari The Economic Times, Rabu, 5 Maret 2026.

Dengan asumsi kurs Rp16.800 per dolar AS, level US$5.500 per troy ounce setara sekitar Rp92,4 juta, sedangkan US$5.600 per troy ounce setara sekitar Rp94,08 juta per troy ounce.

Namun demikian, ia mengingatkan potensi pembatas kenaikan harga emas. “Namun kenaikan bisa tertahan jika dolar AS menguat, terutama jika harga minyak tetap tinggi,” ungkapnya. 

Hugo Pascal, trader logam mulia di InProved, menilai emas kemungkinan menjadi aset yang paling diuntungkan saat pasar kembali dibuka.

“Emas kemungkinan menjadi penerima manfaat utama ketika pasar dibuka kembali, karena investor mencari perlindungan di tengah ketidakpastian geopolitik.”

Sementara itu, Jateen Trivedi, VP Research Analyst Commodity and Currency di LKP Securities, memperkirakan volatilitas tinggi akan terjadi dalam waktu dekat.

“Kami memperkirakan emas dan perak akan tetap sangat volatil, dengan kemungkinan pembukaan menguat signifikan karena ketegangan geopolitik mendominasi sentimen pasar.”

Analis ANZ, Soni Kumari, juga menilai reaksi awal harga emas cenderung positif, meski koreksi jangka pendek tetap mungkin terjadi tergantung perkembangan konflik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat seperti penjualan ritel dan ketenagakerjaan. Kombinasi risiko konflik dan agenda ekonomi tersebut berpotensi membuat pergerakan harga emas semakin fluktuatif.

Apabila konflik Israel-AS dan Iran terus memanas, peluang emas menembus level di atas Rp94 juta per troy ounce semakin terbuka. Namun jika ketegangan mereda dan dolar AS menguat, fase koreksi tetap menjadi risiko yang perlu diantisipasi investor.

Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

CCTV Diretas Diam-diam, Jejak Ayatollah Ali Khamenei Terbongkar Lewat Operasi Mossad di Teheran

Mossad atau Badan intelijen Israel meretas hampir semua CCTV/kamera pengawas lalu lintas di Teheran, ibu kota Iran, untuk mempersiapkan pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei.

img_title

VIVA.co.id

4 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |