VIVA – Lionel Messi membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Di usia 39 tahun, kapten Timnas Argentina itu sukses mengukir sejarah baru di Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol saat membawa La Albiceleste menundukkan Austria 2-0 pada laga Grup J di Dallas Stadium, Selasa dini hari WIB, 23 Juni 2026.
Kemenangan tersebut memastikan Argentina melaju ke fase gugur. Namun, di balik keberhasilan itu, gol pertama Messi justru memicu kontroversi dan memancing protes dari kubu Austria.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gol Rekor Messi Masih jadi Kontroversi
Di tengah pesta rekor yang dirayakan Argentina, kubu Austria justru menyoroti proses lahirnya gol pertama Messi. Pelatih Timnas Austria, Ralf Rangnick, menilai terdapat pelanggaran terhadap gelandang Austria, Xaver Schlager, sebelum serangan Argentina berujung gol.
Menurut mantan pelatih Manchester United itu, insiden tersebut seharusnya ditinjau ulang oleh wasit Amin Mohamed Omar melalui VAR.
"Saya berharap ofisial keempat melakukan hal yang sama seperti saat sebelum penalti, yaitu meminta wasit melihat tayangan ulang. Dia pasti akan melihat apa yang dilihat semua orang, yaitu adanya pelanggaran terhadap Xaver Schlager," ujar Rangnick.
Meski kecewa dengan keputusan tersebut, pelatih asal Jerman itu tetap memberikan apresiasi kepada anak asuhnya yang mampu tampil kompetitif menghadapi salah satu favorit juara.
Rangnick juga mengakui kehadiran Messi menjadi faktor pembeda yang sulit diantisipasi.
"Ini Lionel Messi. Dia tidak membutuhkan banyak peluang untuk menentukan hasil pertandingan," katanya.
"Jika seseorang berusia 39 tahun dan bisa mencetak dua gol serta sudah mengoleksi lima gol di awal Piala Dunia, itu jelas membuat perbedaan," sambungnya.
Kontroversi semakin memanas setelah legenda Manchester United sekaligus mantan kiper Timnas Denmark, Peter Schmeichel, ikut mempertanyakan keputusan wasit. Dalam analisisnya di Fox Sports, Schmeichel menilai Alexis Mac Allister melakukan pelanggaran terhadap Schlager sebelum proses terciptanya gol.
"Itu jelas sebuah kesalahan. Saya rasa gol itu seharusnya tidak diizinkan," kata Schmeichel seperti dikutip Fox Sports.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia juga menyayangkan tidak adanya intervensi dari VAR dalam situasi tersebut.
"VAR seharusnya turun tangan. Ini adalah kesalahan yang jelas dan nyata dari wasit. Itulah mengapa saya merasa cukup frustrasi," tegasnya.
Halaman Selanjutnya
Pernyataan Schmeichel kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sebagian penggemar menilai Austria dirugikan, sementara sebagian lainnya menganggap kontak antara Mac Allister dan Schlager masih dalam batas duel normal sehingga tidak memenuhi kategori kesalahan jelas dan nyata yang wajib diintervensi VAR.

3 weeks ago
4











