China Murka ke CIA, Spionase Ekonomi AS Disebut 'Logika Bandit'

14 hours ago 2

Sabtu, 12 September 2026 - 19:32 WIB

VIVA - Pemerintah China mengecam pernyataan Wakil Direktur CIA (Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat) Michael Ellis yang secara terbuka menyebut badan intelijen negaranya melakukan operasi spionase ekonomi terhadap Beijing.

Percikan api tersebut muncul jelang pertemuan penting Donald Trump dan Xi Jinping di Gedung Putih, Washington DC, AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan, Amerika Serikat perlu meningkatkan aktivitas pengumpulan intelijen untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai ancaman dari China, terutama di bidang ekonomi dan teknologi.

Menurut Ellis, hubungan ekonomi AS dan China yang sangat erat justru bisa menjadi celah bagi Beijing untuk memberikan pengaruh terhadap Washington. "Ekonomi kita saling terkait dengan ekonomi mereka," ujarnya, seperti dikutip dari CNA.

Karena itu, menurut dia, CIA perlu merespons persaingan tersebut dengan pendekatan yang berbeda. Ellis menjelaskan, CIA membutuhkan kemampuan untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi asing yang berkaitan dengan keamanan ekonomi AS.

Fokusnya termasuk sektor-sektor strategis yang menjadi medan persaingan kedua negara, seperti industri semikonduktor dan bioteknologi. Pernyataan orang nomor 2 di CIA tersebut langsung mendapat respons keras dari Kementerian Perdagangan China.

Dalam pernyataan pada Jumat, 11 September 2026, Beijing menyebut sikap Amerika Serikat sebagai bentuk "logika bandit" dan menuding Washington secara terbuka menjadikan perusahaan-perusahaan China sebagai target spionase.

"AS telah secara terang-terangan menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan China adalah target spionase yang sah," kata kementerian tersebut.

China juga menegaskan bahwa perkembangan teknologinya, termasuk di bidang kecerdasan buatan (AI) dan bioteknologi, tidak seharusnya diperlakukan sebagai sasaran atau "mangsa" oleh negara lain.

Beijing menilai langkah Amerika Serikat menunjukkan mentalitas Perang Dingin dan sengaja mengganggu persaingan yang sehat. Washington juga dituding mengabaikan norma perdagangan internasional.

Kementerian Perdagangan China memperingatkan bahwa Beijing akan mengambil "langkah-langkah yang diperlukan" untuk melindungi kepentingan negaranya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perseteruan terbaru ini muncul di tengah hubungan AS-China yang masih diwarnai ketegangan, khususnya dalam isu perdagangan, teknologi, dan keamanan.

Situasi tersebut menjadi perhatian karena terjadi kurang dari dua minggu sebelum Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu di Gedung Putih pada 24 September mendatang, menurut laporan dari Washington DC.

Aksi massa longmarch protes krisis ekonomi di Teheran, Iran

Iran desak BRICS Kompak Cegah Hambatan di Jalur Perdagangan yang Sah

Presiden Iran Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa BRICS harus menciptakan lingkungan global  yang mencegah negara mana pun menghalangi perdagangan sah di negara lain.

img_title

VIVA.co.id

12 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |