China Pastikan Uji Rudal di Samudera Pasifik Tak Ditujukan ke Negara Mana Pun

1 week ago 1

Selasa, 7 Juli 2026 - 12:28 WIB

Beijing, VIVA – Pemerintah China menegaskan bahwa uji coba rudal yang diluncurkan dari kapal selam nuklir di Samudera Pasifik merupakan bagian dari latihan militer tahunan yang rutin dilaksanakan, sesuai hukum internasional, serta tidak ditujukan kepada negara maupun sasaran tertentu.

"Ini adalah pengaturan rutin dalam program pelatihan militer tahunan China. Hal ini sesuai dengan hukum internasional dan praktik internasional yang berlaku dan tidak ditujukan pada negara atau target tertentu," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Senin 6 Juli 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mao mengatakan negara-negara yang berkepentingan telah menerima pemberitahuan sebelum peluncuran dilakukan.

"Negara-negara yang tersebut telah diberitahu sebelum peluncuran. Hal ini sesuai dengan hukum internasional dan praktik internasional yang lazim terlebih seluruh prosesnya dipastikan aman, sesuai standar, dan profesional," ungkap Mao Ning.

Ia pun berharap negara-negara terkait tidak terlalu mempermasalahkannya.

Angkatan Laut China pada Senin 6 Juli melaksanakan uji coba peluncuran rudal balistik jarak jauh dari salah satu kapal selam bertenaga nuklir di kawasan Pasifik Selatan.

Kantor berita pemerintah China melaporkan rudal yang membawa hulu ledak tiruan itu diluncurkan pada pukul 12.01 waktu setempat dan "mendarat tepat di perairan yang ditentukan", tanpa mengungkapkan lokasi maupun jenis rudal yang digunakan.

Sejumlah analis memperkirakan China menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) JL-2 atau JL-3 dari salah satu kapal selam tipe 094A.

Peluncuran tersebut memicu perhatian Australia, Jepang, dan Selandia Baru yang menyampaikan kekhawatiran mengenai aktivitas militer China di kawasan Pasifik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Negara-negara tersebut telah diberitahu sebelum peluncuran. Hal ini sesuai dengan hukum internasional dan praktik internasional yang lazim terlebih seluruh prosesnya dipastikan aman, sesuai standar, dan profesional," ungkap Mao Ning. Ia pun berharap negara-negara terkait tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.

Uji coba ini menjadi peluncuran rudal dari kapal selam nuklir pertama yang dilakukan Pasukan Pembebasan Rakyat China (PLA) sejak 2024. Saat itu, China meluncurkan rudal balistik antarbenua ke perairan dekat Polinesia Prancis di Samudera Pasifik, yang merupakan peluncuran pertama dengan sasaran kawasan tersebut sejak 1980.

Halaman Selanjutnya

Pemerintah Selandia Baru menyatakan tidak mendukung penggunaan Pasifik Selatan sebagai lokasi pengujian kemampuan rudal karena kawasan tersebut merupakan Zona Bebas Nuklir Pasifik Selatan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |