China Sebut El Nino Bisa Memperparah Krisis Energi Global, Kok Bisa?

6 days ago 3

Senin, 20 April 2026 - 16:15 WIB

Jakarta, VIVA China memperingatkan fenomena El Nino yang diprediksi menguat tahun ini berpotensi memperparah krisis energi global. Terutama di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik Iran dan Amerika Serikat (AS) yang masih memanas.

Pemerintah China melalui para ilmuwan iklim menyebut El Nino dapat meningkatkan permintaan bahan bakar fosil dunia karena banyak wilayah yang bergantung pada tenaga air atau hydropower berisiko kehilangan pasokan listrik akibat kekeringan maupun banjir ekstrem.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut dinilai bisa memaksa banyak negara beralih ke minyak dan gas sebagai sumber energi alternatif, sehingga memperbesar tekanan terhadap harga energi global. Fenomena El Nino sendiri terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan menyebabkan kenaikan suhu rata-rata global. 

Dalam kondisi tertentu, El Nino dapat memicu cuaca ekstrem berupa kekeringan panjang maupun hujan deras yang berujung banjir besar. Kedua kondisi ini sama-sama dapat mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga air, baik karena kekurangan pasokan air maupun kerusakan infrastruktur akibat banjir.

“El Nino bisa menghantam keras wilayah yang bergantung pada tenaga air, mendorong mereka membakar lebih banyak bahan bakar fosil untuk listrik. Hal itu akan meningkatkan emisi karbon sekaligus biaya impor energi, menciptakan lingkaran merusak yang memperparah perubahan iklim dan menekan ekonomi,” kata Wang Yaqi, insinyur senior di National Climate Centre China, sebagaimana dikutip dari South China Morning Post, Senin, 20 April 2026.

Administrasi Meteorologi China memperkirakan kondisi El Nino kategori sedang hingga kuat akan mulai muncul secara global bulan depan dan terus berkembang sepanjang sisa tahun ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan ini datang di tengah melonjaknya harga minyak dunia akibat perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, yang memicu penutupan Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi pasokan energi global. Jika El Nino mengurangi produksi listrik di wilayah yang sangat bergantung pada tenaga air seperti Asia Selatan, Asia Tenggara, dan sebagian Afrika, kawasan-kawasan tersebut akan dipaksa membakar lebih banyak minyak dan gas untuk menghasilkan listrik.

Lonjakan permintaan tersebut diperkirakan akan mendorong harga energi naik lebih tinggi lagi.

Halaman Selanjutnya

Perlu diketahui, istilah El Nino merujuk pada pemanasan berkepanjangan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di sekitar garis khatulistiwa. Kondisi ini menyebabkan lautan melepaskan panas dalam jumlah besar ke atmosfer, sehingga meningkatkan suhu rata-rata dunia secara signifikan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |