Malaysia, VIVA - Persaingan mobil listrik yang semakin ramai membuat sejumlah pabrikan mulai mencari cara untuk menghadirkan kendaraan elektrifikasi dengan biaya pengembangan yang lebih efisien.
Kondisi tersebut juga mulai membuka peluang kerja sama baru antara produsen otomotif Jepang dan Malaysia. Salah satunya melibatkan Daihatsu dan Perodua, yang selama ini memang memiliki hubungan bisnis cukup erat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wacana kerja sama kendaraan listrik kedua perusahaan kembali mencuat setelah Menteri Investasi, Perdagangan dan Industri Malaysia, Johari Abdul Ghani, bertemu dengan Wakil Menteri Ekonomi, Perdagangan dan Industri Jepang, Takuo Komori.
Dilansir VIVA dari Paultan, Minggu 30 Agustus 2026, dalam pertemuan tersebut, keduanya disebut membahas kemungkinan kerja sama Daihatsu dan Perodua dalam pengembangan kendaraan listrik di Malaysia.
Belum ada kerja sama resmi yang diumumkan. Namun, pembicaraan ini menarik karena Perodua baru saja memiliki modal penting berupa QV-E, mobil listrik yang dikembangkan sendiri.
Berbeda dengan sejumlah produk Perodua sebelumnya, QV-E tidak menggunakan komponen Daihatsu. Pengembangan kendaraan tersebut sepenuhnya dilakukan oleh Perodua karena Daihatsu sendiri belum mempunyai mobil listrik yang bisa dijadikan basis.
Selama lebih dari tiga dekade, Daihatsu memang memiliki hubungan erat dengan Perodua. Produsen Jepang tersebut merupakan salah satu pemegang saham utama Perodua dan telah memasok berbagai teknologi serta komponen untuk kendaraan perusahaan Malaysia itu.
Bahkan, beberapa produk Perodua pernah menjadi basis kendaraan Daihatsu. Salah satu contohnya adalah Daihatsu Sirion di Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan Perodua Myvi.
Karena itu, bukan tidak mungkin pola serupa terjadi pada kendaraan listrik.
Jika Daihatsu menggunakan QV-E sebagai basis, mobil tersebut dapat dikembangkan menjadi produk dengan merek Daihatsu. Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik untuk kemungkinan tersebut mengingat Daihatsu memiliki basis konsumen yang besar di Tanah Air.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Apalagi, pasar mobil listrik Indonesia kini semakin kompetitif. Berbagai merek asal China sudah menghadirkan mobil listrik dengan harga yang semakin terjangkau.
Meski demikian, penggunaan QV-E oleh Daihatsu belum menjadi keputusan resmi. Ada kemungkinan lain yang juga cukup menarik, yakni Daihatsu ikut terlibat dalam pengembangan mobil listrik Perodua berikutnya.
Halaman Selanjutnya
Presiden dan CEO Perodua, Zainal Abidin Ahmad, sebelumnya mengungkapkan bahwa Daihatsu sudah menyampaikan ketertarikan untuk ikut dalam pengembangan kendaraan listrik Perodua.

3 weeks ago
24





















