Dampingi Gibran ke Papua Barat, Ribka Haluk Sebut Hilirisasi Kakao Jadi Bukti Nyata Dana Otsus Berdampak

3 hours ago 4

Minggu, 21 Juni 2026 - 13:25 WIB

Papua, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menegaskan bahwa pengembangan industri kakao dari hulu hingga hilir di Papua Barat menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan pemanfaatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua. Program tersebut dinilai mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Pernyataan itu disampaikan Ribka saat mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Provinsi Papua Barat. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat secara langsung hasil pelaksanaan program pembangunan yang didukung Dana Otsus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam agenda tersebut, Ribka bersama Gibran meninjau fasilitas pengolahan kakao di Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu, 20 Juni 2026.

Hilirisasi Kakao Dinilai Beri Manfaat Langsung bagi Masyarakat

Menurut Ribka, keberhasilan Dana Otsus tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang disalurkan pemerintah pusat ke daerah, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia menilai pengembangan komoditas kakao hingga menghasilkan produk bernilai tambah merupakan contoh konkret bagaimana Dana Otsus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat Papua.

"Hari ini saya mendampingi Wakil Presiden berkunjung ke sini. Ini adalah hasil dari implementasi Dana Otsus yang baik," ujar Ribka saat melakukan peninjauan di kawasan pabrik kakao.

Ribka menjelaskan bahwa pengelolaan kakao yang dilakukan secara terintegrasi dari sektor budidaya hingga pengolahan produk akhir menjadi salah satu bentuk pembangunan yang memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

Melalui skema tersebut, masyarakat tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga memperoleh manfaat dari proses pengolahan yang menghasilkan nilai ekonomi lebih tinggi.

Dana Otsus Harus Mampu Memberdayakan OAP

Ribka menegaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan Otonomi Khusus Papua adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat peran Orang Asli Papua dalam pembangunan daerah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Karena itu, setiap program yang didanai melalui Dana Otsus harus mampu memberikan dampak nyata dan memberdayakan masyarakat setempat.

Menurutnya, keberhasilan program dapat dilihat ketika masyarakat benar-benar merasakan manfaat pembangunan dalam kehidupan sehari-hari.

Halaman Selanjutnya

"Pembuktian dari penggunaan Dana Otsus yang baik adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya secara langsung. Kita tidak hanya berbicara tentang anggaran, tetapi bagaimana anggaran tersebut mampu memberdayakan orang asli Papua dan menggerakkan ekonomi daerah," kata Ribka.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |