Dari Ponsel ke AI, 30 Tahun Perubahan Cara Orang Indonesia Menjalani Hidup

1 week ago 8

Selasa, 15 September 2026 - 12:12 WIB

Jakarta, VIVA – Tiga dekade lalu, telepon seluler lebih banyak digunakan untuk menelepon dan mengirim pesan. Kini, perangkat yang sama telah berubah menjadi alat untuk bekerja, mencari informasi, menikmati hiburan, melakukan transaksi, membuat konten, hingga membantu manusia menyelesaikan pekerjaan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Perubahan itu tidak hanya terlihat dari teknologi yang semakin canggih, tetapi juga dari kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Perjalanan 30 Tahun Erajaya Group dapat menjadi salah satu cara untuk melihat perubahan tersebut karena bisnis yang dahulu dekat dengan perangkat telekomunikasi kini berkembang mengikuti semakin luasnya fungsi teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari Telepon hingga Smartphone

Bagi Ardi, pegawai swasta berusia 40-an yang bekerja sebagai sales mobil, perubahan tersebut terasa jelas dalam pekerjaannya. Jika pada awal bekerja ponsel lebih banyak digunakan untuk komunikasi sederhana, kini smartphone menjadi salah satu perangkat utama untuk berhubungan dengan pelanggan dan menyelesaikan pekerjaan.

“Dulu waktu awal kerja, HP paling banyak saya pakai buat telepon dan SMS. Sekarang hampir semua aktivitas kerja ada di smartphone, mulai dari komunikasi dengan pelanggan, kirim foto mobil, bikin laporan, sampai mencari informasi soal produk,” kata Ardi, dikutip Selasa, 15 September 2026.

Perubahan seperti itu ikut membentuk industri ritel teknologi di Indonesia. Erajaya sendiri mencatat perjalanan Erafone bermula dari sebuah toko kecil di Jakarta Barat pada 1996 dan kemudian berkembang menjadi jaringan ritel teknologi dengan lebih dari 1.200 toko pada 2024.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa yang berubah bukan hanya jumlah toko atau produk yang dijual. Kebutuhan konsumen juga bergeser, dari sekadar mencari perangkat komunikasi menjadi mencari perangkat yang dapat menunjang pekerjaan, hiburan dan gaya hidup.

Teknologi Masuk ke Berbagai Aktivitas

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan serupa dirasakan Siska, wanita karier berusia 50 tahun. Menurutnya, smartphone kini tidak lagi hanya menjadi alat komunikasi, tetapi telah menjadi perangkat yang membantu berbagai kebutuhan sehari-hari.

“Sekarang smartphone bukan cuma untuk komunikasi, tapi sudah menjadi bagian dari pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Saya juga menggunakan mobile banking, pembayaran digital, sampai mencari informasi dan hiburan dari perangkat yang sama,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Pengalaman tersebut sejalan dengan meningkatnya penggunaan teknologi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan 72,78 persen penduduk Indonesia telah mengakses internet pada 2024, sementara 68,65 persen penduduk tercatat memiliki atau menguasai telepon seluler.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |