Senin, 22 Juni 2026 - 08:42 WIB
Jakarta, VIVA – Delegasi Iran meninggalkan lokasi perundingan dengan Amerika Serikat (AS) di Swiss pada Minggu 21 Juni sebagai bentuk protes terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump, menurut laporan Tasnim.
Mengutip sumber yang dekat dengan tim perunding Iran, kantor berita itu melaporkan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk memprotes ancaman Trump yang akan kembali menyerang Iran jika Teheran gagal membujuk kelompok pro-Iran di Lebanon agar berhenti "membuat masalah."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Setelah itu, ketua tim negosiasi Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mendesak AS agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.
Ia juga menegaskan kesiapan angkatan bersenjata Iran untuk merespons segala bentuk ancaman.
"Mereka (AS) sebaiknya berhati-hati dengan pernyataan mereka. Angkatan bersenjata kami siap merespons. Apa pun yang mereka katakan, kami akan mengambil tindakan," kata Ghalibaf melalui platform X.
Perundingan tingkat teknis antara Iran dan AS, yang dimediasi Pakistan dan Qatar, berlangsung secara tertutup di kawasan resor Burgenstock, Pegunungan Alpen, pada Minggu.
Laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa putaran pertama perundingan tersebut telah selesai. (Ant)
Lagu Kebangsaan Iran Kembali Dicemooh di Piala Dunia 2026 Sebelum Laga Kontra Belgia
Lagu kebangsaan Iran lagi-lagi dicemooh di Piala Dunia 2026. Ini kembali terjadi dalam pertandingan melawan Belgia pada Senin (22/6/2026) dini hari WIB.
VIVA.co.id
22 Juni 2026

3 weeks ago
6











