DEN Kaji Pemanfaatan Tangki Nganggur Capai Target Cadangan Energi RI Minimal 30 Hari, Bukan Bikin Baru

2 days ago 5

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:35 WIB

Jakarta, VIVA – Dewan Energi Nasional mengkaji pemanfaatan tangki yang nganggur atau tangki ‘idle’ untuk memperkuat Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional sebagai solusi dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Sehingga ada peningkatan cadangan energi nasional dari yang semula 18–21 hari, dapat menjadi minimal 30 hari.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha mengungkapkan, Peningkatan kapasitas cadangan energi nasional dengan mendongkrak kapasitas storage minyak mentah di Indonesia telah menjadi salah satu strategi jangka menengah untuk mewujudkan ketahanan energi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami lagi memikirkan, mungkin, ya, tangki-tangki yang idle bisa dimaksimalkan,” ujar ketika ditemui di Universitas IPB, Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Oleh karena itu, DEN melakukan kajian pemanfaatan tangki tak terpakai untuk disulap menjadi pendukung cadangan energi nasional. Bagi Satya, pemanfaatan tangki tersebut merupakan solusi penguatan cadangan energi nasional dengan biaya yang tidak terlalu tinggi apabila dibandingkan dengan membuat storage baru.

"Itu yang kita pikirkan karena itu yang paling tidak cost-nya tidak terlalu besar," ucapnya.

Selain itu, Satya juga mempertimbangkan pemanfaatan tangki milik Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang masa pakainya sudah habis dan menjadi milik negara. “Yang di hulu, yang milik daripada KKKS yang mungkin sudah menjadi milik negara. Itu juga kami pikirkan,” kata Satya.

Terkait dengan pembangunan infrastruktur CPE yang baru, Satya menyampaikan sedang mengkaji regulasi yang mengatur ihwal CPE. DEN berupaya untuk melibatkan sektor swasta dalam penguatan CPE, sehingga pengadaan tangki tidak sepenuhnya bergantung kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami lagi mengkaji perpres (peraturan presiden) yang ada. Kami pikirkan apakah keterlibatan swasta bisa atau tidak untuk membangun storage ini. Karena kalau perpres yang ada, ini murni kekuatan APBN,” ucap Satya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan membangun storage atau penyimpanan minyak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sumatera untuk menambah Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional.

Bahlil menyampaikan bahwa rencana untuk membangun storage minyak di Sumatera sedang dalam tahapan studi kelayakan atau feasibility study (FS). Pembangunan storage minyak itu, lanjut dia, nantinya akan menambah cadangan penyangga energi nasional.

Halaman Selanjutnya

Terkait dengan rencana ASEAN yang akan membangun storage hub minyak untuk negara-negara di kawasan Asia Tenggara, Bahlil menawarkan Indonesia untuk menjadi lokasi pembangunannya. Akan tetapi, apabila tidak disepakati pun, Indonesia tetap akan membangun storagenya di Sumatera. (Ant)

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |