VIVA – Kasus dugaan pembakaran tiga santri di Pondok Pesantren Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih menjadi sorotan publik.
Insiden yang terjadi pada Desember 2025 itu menewaskan seorang santri, sementara dua korban lainnya mengalami luka bakar serius.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pihak keluarga kemudian meminta pendampingan hukum kepada Hotman Paris, yang dikenal kerap memberikan bantuan hukum gratis kepada masyarakat kurang mampu.
Hotman Paris soroti kasus santri dibakar di lombok
Photo :
- Kolase VIVA/Instagram @hotmanparisofficial
Korban yang selamat diketahui bernama Ahmad Deven Ramdan (14) dan Sahid Al Hudri (14). Sementara satu korban lainnya, SS (14), meninggal dunia akibat luka bakar yang dialaminya.
Belum lama ini, Deven dan Al akhirnya tampil dalam podcast Denny Sumargo bersama ibunda Deven, ibunda almarhum Sahril Sobirin, kuasa hukum korban Joko Sumadi, serta Putri Maya Rumanti selaku kuasa hukum keluarga almarhum Sahril Sobirin.
Dalam kesempatan tersebut, Deven dan Al menceritakan kronologi kejadian yang mereka alami.
Menurut Deven, saat itu dirinya sedang memperbaiki kipas angin di sebuah ruangan bekas kamar ustaz bersama Al dan Sahril Sobirin.
Sementara itu, Al menjelaskan bahwa sebelumnya kakak kelas mereka, Rehan, mengumpulkan plastik di ruangan tersebut.
Tak lama kemudian beberapa santri lain masuk hingga total terdapat lima orang di dalam ruangan, yakni Deven, Al, Sahril Sobirin, Yusuf, dan Rehan.
Al mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, Rehan sempat meminta Sobirin membeli bensin.
"Sebenarnya Rehan suruh Sabirin beli bensin, katanya dia mau buat ketapel," tuturnya.
Mendengar alasan tersebut, Deven mengaku heran karena baru pertama kali mengetahui bensin digunakan untuk membuat ketapel.
Setelah Sobirin pergi membeli bensin, Rehan kemudian mengajak Al dan Yusuf mencari ranting kayu, sementara Deven tetap berada di ruangan untuk memperbaiki kipas angin.
Menurut Al, tidak lama berselang Sobirin kembali sambil membawa satu botol bensin ke dalam kamar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bensin tersebut kemudian dituangkan sedikit ke atas selembar mika, sedangkan sisanya masih berada di dalam botol. Mika itu lalu dibakar.
Api tersebut, kata Al, digunakan untuk memanaskan bahan pembuatan ketapel agar kayu bisa diluruskan.
Halaman Selanjutnya
Namun situasi berubah drastis ketika api tiba-tiba menyambar botol berisi bensin hingga kobarannya membesar.

19 hours ago
1











