Di Tengah Perang & Blokade AS, Iran Setor Rp 133 Triliun Hasil Jualan Minyak ke Bank Sentral

2 hours ago 2

Minggu, 30 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Jakarta, VIVA Iran telah mentransfer US$7,5 miliar atau sekitar Rp 133 triliun kepada bank sentral, dari hasil penjualan minyak selama empat bulan pertama tahun kalender Iran.

Kementerian Perminyakan Iran dalam laporannya kepada kantor berita semi-resmi Fars menyatakan, dana tersebut diperkirakan cukup untuk menutupi kebutuhan pengeluaran pemerintah dalam valuta asing, selama periode Juli hingga Desember 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iran memiliki persediaan minyak yang cukup untuk dijual di luar wilayah yang terdampak blokade angkatan laut AS, guna memenuhi target pendapatan yang ditetapkan dalam anggaran negara untuk periode 21 Maret 2026 hingga 20 Maret 2027.

Pendapatan minyak Iran pada periode 21 Maret hingga 22 Juli, atau empat bulan pertama tahun Iran, mencapai 99 persen dari target yang diproyeksikan dalam anggaran untuk periode tersebut.

Perkembangan ini terjadi di tengah blokade angkatan laut AS terhadap Iran, yang telah mengganggu ekspor minyak dan perdagangan maritim Teheran.

Selat Hormuz, jalur strategis bagi pengiriman energi global, tetap menjadi salah satu titik utama dalam konflik AS-Iran. Iran menutup jalur perairan strategis tersebut, sementara AS menuntut agar Selat Hormuz dibuka kembali untuk pelayaran yang bebas dan tanpa hambatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan nota kesepahaman yang dicapai pada Juni untuk mengakhiri perang AS-Iran, pencabutan blokade angkatan laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu ketentuan utama.

Pejabat Iran menyatakan Teheran tidak akan sepenuhnya membuka kembali jalur perairan tersebut sampai Washington memenuhi komitmennya, termasuk mencabut blokade dan sanksi serta membebaskan aset-aset Iran yang dibekukan. (Ant).

Taliban Afghanistan.

Bantah Tudingan Sarang Terorisme Global, Taliban Mau Normalisasi Hubungan dengan AS

Menteri Luar Negeri Otoritas Taliban, Amir Khan Muttaqi menyatakan, pihaknya saat ini tengah berupaya melakukan normalisasi hubungan antara Afghanistan dengan AS.

img_title

VIVA.co.id

30 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |