Jakarta, VIVA – Ketua BEM FH UBK (Universitas Bung Karno), Muhammad Abdi Maludin, mengaku menerima sejumlah uang usai menemui Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka di pada 15 Juni 2026.
Pengakuan tersebut sontak menjadi sorotan karena muncul beberapa hari setelah dialog antara Gibran dan 15 perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), penolakan terhadap program Koperasi Desa Merah Putih, serta kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Muhammad Abdi Maludin yang bertindak sebagai koordinator aksi menegaskan bahwa pertemuan tersebut lahir dari perjuangan mahasiswa, bukan bagian dari skenario politik tertentu.
“Tidak ada desain politik atau settingan dari awal. Itu murni hasil dari gerakan kami di Universitas Bung Karno,” ujar dia kepada media.
Namun, sepekan setelah pertemuan tersebut, Abdi menjadi perhatian di lingkungan kampusnya. Pada Senin 22 Juni 2026, sejumlah mahasiswa UBK menggelar forum internal untuk meminta penjelasan terkait isu penerimaan dana yang beredar di media sosial.
Dalam forum tersebut, Muhammad Abdi Maludin mengaku menerima uang
“Terkait uang itu, memang saya terima. 20 persen,” kata Abdi dalam video yang beredar.
Berdasarkan keterangan video tersebut, dana yang dijanjikan disebut mencapai Rp300 juta. Dari jumlah itu, Abdi mengaku baru menerima sekitar 20 persen.
Muhammad Abdi Maludin menambahkan, uang tersebut digunakan untuk mengondisikan mahasiswa agar tidak ikut serta dalam aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara.
Dia menyebut, terdapat beberapa nama lain dari organisasi mahasiswa di lingkungan UBK yang disebut ikut menerima dana.
Pengakuan itu memicu reaksi keras dari mahasiswa. Sejumlah tuntutan kemudian disampaikan kepada pihak-pihak yang disebut terlibat dalam polemik tersebut.
Mahasiswa meminta adanya penjelasan terbuka kepada publik kampus, pengunduran diri dari jabatan organisasi kemahasiswaan, hingga penyampaian permohonan maaf kepada civitas akademika.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di tengah polemik yang berkembang, Muhammad Abdi Maludin telah menyatakan permintaan maaf dan mengakui kesalahan atas tindakannya.
Meski isu ini terus menjadi perhatian publik, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak istana maupun Gibran Rakabuming Raka.
Respons Menohok PDIP soal BEM UBK yang Diduga Terima Uang Rp20 Juta Usai Bertemu Gibran
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus mengatakan setiap gerakan yang menunggangi mahasiswa tersebut bukan berasal dari anak buah, melainkan langsung dari atasan atau pimpinannya.
VIVA.co.id
23 Juni 2026

2 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6585873/original/001610400_1779426788-portrait-asian-woman-exercising-work-out-gym.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7030163/original/022205500_1779804922-c02ebcc3-6f2d-4b77-b8b7-53a65d092b74.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7085644/original/043419200_1779866458-0f176e17-f5af-45dd-becb-4bf70012ed3b.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3426394/original/026891500_1618208519-colorful-soda-drinks-macro-shot_53876-18225.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)