Minggu, 22 Maret 2026 - 08:00 WIB
VIVA –Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menawarkan untuk menghentikan seluruh kerja sama berbagi intelijen dengan Iran, dengan syarat Amerika Serikat melakukan hal yang sama terhadap Ukraina.
Menurut laporan yang terbit pada Jumat kemarin, usulan itu disampaikan oleh utusan khusus Putin, Kirill Dmitriev, saat bertemu dengan perwakilan AS Steve Witkoff serta menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner, pekan lalu di Miami, Florida. Laporan tersebut mengutip dua sumber anonim.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun sayangnya, tawaran dari Putin itu ditolak mentah-mentah oleh pemerintah Trump. Meski begitu, langkah tersebut tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan pejabat Eropa yang menilai Putin mungkin sedang berupaya memecah belah aliansi NATO. Seorang pejabat Uni Eropa bahkan menyebut tawaran itu sebagai sesuatu yang tidak masuk akal.
Di hari yang sama, Trump mengkritik keras aliansi transatlantik. Ia mengatakan bahwa tanpa Amerika Serikat, aliansi tersebut hanya akan menjadi “macan di atas kertas.” Ia juga menyoroti keengganan para sekutu untuk mendukung upayanya membuka kembali Selat Hormuz.
“Mereka tidak mau ikut terlibat untuk menghentikan Iran yang memiliki kekuatan nuklir. Sekarang ketika pertempuran itu sudah dimenangkan secara militer dengan risiko kecil bagi mereka, justru mereka mengeluhkan harga minyak yang tinggi, tetapi tidak mau membantu membuka Selat Hormuz padahal itu operasi militer sederhana yang menjadi penyebab utama kenaikan harga minyak. Seharusnya sangat mudah bagi mereka, dengan risiko yang kecil. Pengecut, dan kami akan mengingatnya!” tulis Trump di akun media sosial Truth miliknya seperti dikutip dari laman Anadolu Agency, Minggu 21 Maret 2026.
Seperti diketahui, ketegangan di kawasan Timur Tengah sendiri meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari. Hingga saat ini korban akibat serangan gabungan itu telah menewaskan 1.300 warga Iran termasuk pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Menyusul dengan serangan pada 28 Februari lalu, Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan drone dan rudal di berbagai wilayah, serta secara efektif menutup Selat Hormuz bagi sebagian besar lalu lintas komersial. Jalur ini merupakan rute penting pengiriman minyak dunia, yang biasanya menampung sekitar 20 juta barel per hari atau sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global.
Pesan Mojtaba Khamenei ke Rakyat Iran di Hari Nowruz: Musuh Sedang Dikalahkan
Pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan musuh-musuh Iran sedang "dikalahkan" dalam pesan tertulis untuk Tahun Baru Persia (Nowruz), Jumat
VIVA.co.id
22 Maret 2026

1 day ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
