Dikritik MUI soal Penguburan, Pemprov DKI Akui Sulit Matikan Ikan Sapu-sapu dalam Jumlah Banyak

2 days ago 2

Selasa, 21 April 2026 - 13:28 WIB

Jakarta, VIVA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengakui sulit mematikan ikan sapu-sapu dalam jumlah banyak sebelum dikubur.

Hal ini menanggapi kritik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) terhadap aksi Pemprov DKI yang mengubur ikan sapu-sapu dalam keadaan hidup-hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Hasudungan Sidabalok mengatakan bahwa penguburan ikan sapu-sapu dalam kondisi hidup memang sulit dihindari ketika ikannya dalam jumlah banyak.

“Kejadian penguburan ikan sapu-sapu dalam jumlah besar memang sulit untuk dihindari walaupun sebagian dimatikan dulu sebelum dikubur,” kata Hasudungan kepada wartawan, dikutip Selasa 21 April 2026.

Kendati demikian, Pemprov DKI menerima kritik dan masukan dari MUI terkait tata cara penguburan sesuai syariat islam dan kesejahteraan hewan.

Hasudungan menyebut pihaknya sedang berdiskusi dengan praktisi maupun lembaga terkait untuk menentukan metode pemusnahan yang tepat.

“Kami dari Pemprov DKI Jakarta sedang berkoordinasi dengan akademisi, lembaga penelitian, praktisi maupun pemerintah pusat untuk memformulasikan metode yang paling efektif dan efisien dalam hal pemusnahan hasil tangkapan ikan sapu-sapu tersebut,”  kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Agar tidak menyalahi kaidah agama sekaligus sesuai dengan kesejahteraan hewan (animal welfare),” tandas Hasudungan.

tvOnenews/Syifa Aulia

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (tengah)

Pramono Respons Kritik MUI soal Kubur Ikan Sapu-sapu Dalam Keadaan Hidup

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan akan mengevaluasi tata cara penguburan ikan sapu-sapu hasil tangkapan dari perairan Jakarta dalam keadaan hidup.

img_title

VIVA.co.id

20 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |