Jakarta, VIVA – Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanggerang menyatakan, kerugian kebakaran yang melanda sebagian bangunan Plaza Baru Ciledug di Jalan HOS Cokroaminoto, Sudimara, Ciledug pada Minggu dini hari, 26 Juli 2026, mencapai sekitar Rp 150 juta.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 00.41 WIB, dan langsung mengerahkan petugas ke lokasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Petugas bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Berkat respons cepat dan kerja sama seluruh personel, api berhasil dilokalisasi sehingga tidak meluas ke bagian bangunan lainnya. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Mahdiar, Minggu, 26 Juli 2026.
Ilustrasi kebakaran
Photo :
- WIllibrodus/VIVA.
Dia menjelaskan, petugas diberangkatkan empat menit setelah laporan diterima dan tiba di lokasi pada pukul 00.47 WIB untuk melakukan pemadaman.
Mahdiar mengatakan, bagian bangunan yang terbakar seluas sekitar 2 x 4 meter persegi. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Dalam penanganan kebakaran, BPBD Kota Tangerang mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran, terdiri atas dua unit dari UPT Ciledug, dua unit dari Pos Pinang, dan satu unit dari UPT Ceper. Sebanyak 21 personel diterjunkan ke lokasi.
"Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut menyebabkan kerugian Rp150 juta," ujarnya.
Setelah melakukan pemadaman selama lebih dari satu jam, petugas berhasil memadamkan api sepenuhnya pada pukul 02.15 WIB. Seluruh armada kemudian kembali ke pos masing-masing pada pukul 02.30 WIB.
Mahdiar mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di bangunan komersial yang beroperasi hingga malam hari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia juga mengingatkan masyarakat memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
"Jangan sepelekan instalasi listrik maupun penggunaan colokan bertumpuk karena sangat membahayakan. Setelah selesai mengisi daya gawai, segera cabut pengisi daya dari sumber listrik," ujarnya. (Ant).
Puntung Rokok Diduga Jadi Biang Kerok Kebakaran Hebat Perusahaan Pengolahan Kayu di Gorontalo
Kebakaran tumpukan kayu di sebuah perusahaan pengolahan kayu di Desa Monano, Monano, Gorontalo Utara, diduga karena puntung rokok dibuang sembarangan.
VIVA.co.id
26 Juli 2026

5 hours ago
3











