VIVA – Belakangan ini nama Gunung Kawi kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial. Tempat yang berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu ramai dikaitkan dengan praktik pesugihan setelah konten yang dibuat Pesulap Merah menjadi viral. Berbagai potongan video kemudian beredar luas dan memunculkan beragam spekulasi dari masyarakat.
Di tengah ramainya pembahasan tersebut, salah satu juru kunci atau kuncen Gunung Kawi, Agus, akhirnya angkat bicara. Ia berusaha meluruskan berbagai informasi yang menurutnya telah disalahpahami publik selama ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Agus, Gunung Kawi sejak awal merupakan tempat untuk berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bukan tempat untuk melakukan praktik pesugihan seperti yang selama ini ramai dipercaya masyarakat.
"Tempat ini sebenarnya adalah untuk tempat berdoa. Di dalam konsep doa itu salah satunya adalah memohon kepada Yang Maha Kuasa, termasuk soal kelancaran rezeki. Cuma kadang hal-hal seperti itu dibelok-belokkan menjadi spiritual pesugihan," jelas Agus yang dikutip dari YouTube Jejak Backpacker pada Senin, 13 Juli 2026.
Doa Memohon Rezeki Bukan Berarti Pesugihan
Agus menjelaskan bahwa banyak orang datang ke Gunung Kawi dengan berbagai latar belakang, mulai dari masyarakat biasa, pengusaha, pejabat, hingga kalangan artis. Mereka datang membawa harapan dan doa masing-masing.
Ada yang memohon kelancaran usaha, kesehatan, karier, hingga kehidupan keluarga. Namun menurutnya, permohonan tersebut sering kali disalahartikan sebagai ritual mencari kekayaan secara instan.
"Kemungkinan yang datang ke sini dari kalangan artis atau siapa pun berdoa untuk kelancaran usaha, ketenaran, atau rezekinya. Nah, kadang hal-hal seperti itulah yang dibelokkan. Karena Gunung Kawi sudah dikenal sebagai tempat pesugihan, akhirnya setiap pengunjung seperti divonis datang untuk pesugihan,”jelasnya lagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang setelah berdoa di Gunung Kawi bukan berarti diperoleh melalui cara-cara mistis, melainkan merupakan hasil doa kepada Tuhan.
"Berdoa kepada Yang Maha Kuasa itu sebenarnya apakah salah? Kan tidak. Cuma kebetulan mereka memilih tempat ini karena suasananya tenang sehingga lebih fokus dalam berdoa,” tambah Agus.
Halaman Selanjutnya
Tradisi Jawa Kerap Disalahpahami

2 days ago
2











