Ditargetkan Beroperasi Juli, Menteri Dody & Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor

1 hour ago 1

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:57 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo melalui penugasan kepada PT Brantas Abipraya (Persero), terus menggenjot percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dody menargetkan, proyek tersebut bakal siap beroperasi pada Juli 2026, untuk menyambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Dia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah, untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas, sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan,” kata Dody dalam keterangannya, Selasa, 30 Juni 2026.

Kantor Brantas Abipraya

Photo :

  • VIVA.co.id/Anwar Sadat

Dibangun di atas lahan seluas 6,96 hektare (ha) dengan kontur perbukitan pada ketinggian sekitar 161 meter di atas permukaan laut (MDPL), kawasan pendidikan terpadu ini dirancang mampu menampung hingga 1.080 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.

Kehadiran panorama pegunungan yang mengelilingi kawasan memberikan suasana belajar yang nyaman sekaligus mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat dan berkelanjutan.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana mengatakan, pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur pendidikan yang berkualitas, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

"Melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bogor, kami terus menghadirkan fasilitas pendidikan yang berkualitas, aman, dan selesai tepat waktu agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Dian.

Dia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Kabupaten Bogor memiliki tantangan tersendiri, karena lokasi proyek sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan kondisi lahan berkontur dan kemiringan lereng yang cukup ekstrem. Sebelum konstruksi dimulai, tim proyek harus melakukan pekerjaan pematangan lahan melalui metode cut and fill selama kurang lebih dua bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, tingginya intensitas hujan serta akses menuju lokasi yang terbatas turut menjadi tantangan dalam proses mobilisasi material dan pelaksanaan konstruksi. Karenanya, untuk memastikan pekerjaan tetap berjalan optimal, Brantas Abipraya menerapkan perencanaan konstruksi yang matang, penguatan koordinasi di lapangan, serta penerapan standar keselamatan dan mutu secara konsisten.

"Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap finishing bangunan serta penguatan dinding penahan tanah (retaining wall) guna menjamin keamanan kawasan yang berada di area perbukitan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Sebagai salah satu kontraktor pelaksana, Brantas Abipraya berhasil menjaga progres pembangunan tetap sesuai target meski dihadapkan pada tantangan kondisi geografis yang cukup kompleks. Hingga 28 Juni 2026, progres fisik pembangunan telah mencapai 81,42 persen dan kini memasuki tahap penyelesaian akhir (finishing).

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |