Jakarta, VIVA – Kehadiran kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah cara perusahaan bekerja. Teknologi yang awalnya hanya digunakan untuk membantu analisis data kini mampu menulis laporan, membuat kode pemrograman, menghasilkan desain, menerjemahkan bahasa, hingga melayani pelanggan secara otomatis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, para pakar menegaskan bahwa AI tidak serta-merta menggantikan seluruh pekerjaan manusia. Laporan World Economic Forum (WEF) Future of Jobs Report 2025, McKinsey Global Institute, dan International Labour Organization (ILO) menunjukkan bahwa dampak terbesar AI justru berupa transformasi pekerjaan, bukan penghapusan total profesi.
Pekerja yang mampu beradaptasi dengan teknologi diperkirakan akan memiliki peluang lebih besar dibanding mereka yang mempertahankan cara kerja lama.
Berikut VIVA telah merangkum Selasa, 30 Juni 2026, ada beberapa profesi yang dinilai perlu melakukan transformasi agar tetap relevan di era AI.
1. Desainer Grafis
Berbagai platform AI kini mampu membuat ilustrasi, logo, hingga konsep visual hanya melalui perintah teks.
Akibatnya, desainer tidak lagi cukup mengandalkan kemampuan membuat gambar. Mereka juga perlu menguasai creative direction, identitas merek (branding), pengalaman pengguna (UX), hingga kemampuan menggabungkan AI ke dalam alur kerja desain.
McKinsey menilai AI akan mempercepat proses produksi visual, tetapi kreativitas strategis tetap menjadi nilai yang sulit digantikan.
2. Programmer dan Software Developer
Ilustrasi IT core system.
AI dapat membantu menulis kode, menemukan bug, hingga memberikan rekomendasi penyelesaian masalah.
Namun, pengembang perangkat lunak masih dibutuhkan untuk merancang arsitektur sistem, memastikan keamanan aplikasi, mengintegrasikan berbagai layanan, serta mengambil keputusan teknis yang kompleks.
GitHub dalam berbagai surveinya juga menemukan bahwa AI lebih sering meningkatkan produktivitas programmer dibanding menggantikan mereka sepenuhnya.
3. Customer Service
Chatbot berbasis AI kini mampu menjawab ribuan pertanyaan pelanggan secara otomatis selama 24 jam.
Karena itu, petugas layanan pelanggan semakin diarahkan untuk menangani kasus yang lebih kompleks, membutuhkan empati, negosiasi, dan penyelesaian masalah yang tidak dapat dilakukan chatbot.
ILO menyebut pekerjaan yang melibatkan interaksi sosial dan pengambilan keputusan masih memiliki tingkat ketahanan yang lebih tinggi terhadap otomatisasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
4. Analis Data
AI mampu mengolah data dalam jumlah besar dengan sangat cepat.
Halaman Selanjutnya
Namun, hasil analisis tetap membutuhkan manusia untuk menentukan konteks bisnis, memvalidasi temuan, serta mengambil keputusan strategis berdasarkan data tersebut.

2 hours ago
2










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)



