Selasa, 1 September 2026 - 09:00 WIB
VIVA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengeluarkan pernyataan terkait konflik dengan Iran. Trump mengatakan militer Amerika Serikat tidak menutup kemungkinan melancarkan serangan kembali terhadap Iran apabila situasi dianggap membutuhkan tindakan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada awak media pada Senin, 31 Agustus 2026. Ia menyinggung kondisi militer Iran yang menurutnya telah mengalami kerusakan besar akibat serangkaian serangan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Para pemimpin mereka (Iran) sebagian besar sudah tewas. Angkatan Laut mereka sudah tidak ada. Angkatan Udara mereka sudah tidak ada. Peralatan pengawasan mereka hampir seluruhnya sudah hancur. Itu bukan berarti kami tidak akan menghantam mereka. Kita lihat saja apa yang terjadi,” kata Trump kepada media, dikutip Selasa 1 September 2026.
Pernyataan Trump muncul setelah laporan Axios menyebut pemerintahannya tengah mempertimbangkan opsi serangan terbatas terhadap Iran.
AS Pertimbangkan Serangan Terbatas
Menurut laporan tersebut, opsi serangan terbatas dipertimbangkan untuk mencegah Iran memulihkan kembali kemampuan militernya.
Langkah tersebut juga dikaitkan dengan upaya Amerika Serikat mengurangi potensi ancaman terhadap kapal tanker minyak serta aset militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan kembali meningkat setelah sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Pulau Larak, Iran, pada Minggu. Pulau tersebut berada di kawasan strategis Selat Hormuz, jalur penting bagi lalu lintas energi dunia.
Axios melaporkan Amerika Serikat diduga melancarkan serangan yang menargetkan peluncur rudal Iran di pulau tersebut.
Di sisi lain, media Iran melaporkan bahwa Teheran merespons dengan menembakkan rudal ke kapal-kapal Amerika Serikat yang berada di Selat Hormuz serta pangkalan militer AS di kawasan.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) kemudian menyatakan serangan terhadap Iran dilakukan untuk mencegah pasukan Iran menanam ranjau di Selat Hormuz.
Konflik AS-Iran Belum Sepenuhnya Berakhir
Ketegangan antara Washington dan Teheran sebelumnya mencapai eskalasi besar pada 28 Februari 2026. Saat itu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Iran kemudian memberikan respons dengan menyerang sejumlah target milik Amerika Serikat.
Upaya untuk menghentikan permusuhan sempat dilakukan pada pertengahan Juni 2026. Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman yang ditujukan untuk menghentikan rangkaian permusuhan.
Halaman Selanjutnya
Namun, situasi kembali memanas setelah kedua negara kembali melancarkan serangan.

3 hours ago
1













:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9315191/original/080241400_1785829977-WhatsApp_Image_2026-08-04_at_13.44.52.jpeg)
