Jakarta, VIVA – DPD RI membentuk Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Kemanusiaan Papua. Pansus diketuai oleh Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai.
Yorrys mengatakan situasi di sejumlah wilayah Papua masih bergejolak. Pihaknya menyoroti banyaknya warga sipil yang tewas akibat konflik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Tidak sampai satu minggu ini ada beberapa kejadian yang cukup mengemuka di sana yang membuat kita semua prihatin dengan awalnya dengan pembunuhan beberapa masyarakat,” ujar Yorrys dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin, 6 Juli 2026.
“Kemudian jenazahnya diketemukan di belakang kantor bupati, kemudian yang paling terakhir pilot dari penerbangan misionaris di sana,” tambahnya.
Sementara itu, anggota DPD RI sekaligus anggota Pansus, Eka Kristina Yeimo, menjelaskan Pansus ini akan fokus pada persoalan keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua yang terusik akibat konflik.
“Oleh aksi-aksi kekerasan oleh siapapun pihak yang diduga terlibat, baik dari Aparat TNI/Polri, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) ataupun Masyarakat Sipil,” ujar Eka.
DPD menyebut rentetan peristiwa tersebut tidak bisa terus dibiarkan. Eka menegaskan pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga legislator harus segera menangani persoalan itu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Pansus Papua DPD RI juga berusaha menjembatani keresahan dan kegelisahan Masyarakat Papua atas hak-hak yang dirasa terzalimi dan tidak terakomodasi dengan baik,” kata Eka.
tvOnenews.com/Syifa Aulia
DPR Usul Bentuk Unit Khusus Buat Jaga Bandara Perintis di Papua, Ini Alasannya
Anggota DPR Syamsu Rizal menilai insiden penembakan pilot maskapai Associated Mission Aviation (AMA) berpotensi mempengaruhi kredibilitas Indonesia di dunia aviasi.
VIVA.co.id
6 Juli 2026

1 week ago
10











