Dukung Pendanaan Usaha Mikro, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko

3 hours ago 1

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jakarta, VIVA – Direktur Utama PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash), Nucky Poedjiardjo mengatakan, perluasan akses keuangan yang inklusif akan menjadi salah satu fokus utama perusahaan.

Menurutnya, kehadiran layanan keuangan digital, termasuk pinjaman daring (pindar), dapat menjadi salah satu solusi untuk menjembatani kesenjangan akses kredit, sekaligus mendukung agenda percepatan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Di tengah masih besarnya kebutuhan akses kredit, perluasan akses pendanaan harus berjalan beriringan dengan penerapan tata kelola perusahaan yang baik," kata Nucky dalam keterangannya, Jumat, 19 Juni 2026.

Easycash [Humas PT Indonesia Fintopia Technology (Easycash)]

Photo :

  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Oleh karena itu, Dia menekankan bahwa Easycash berkomitmen untuk terus memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen risiko, dan perlindungan konsumen. "Sebagai fondasi dalam menghadirkan akses pendanaan yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Nucky menambahkan, fokus perusahaan dalam memperluas akses pendanaan, tercermin dari penyaluran pendanaan yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Sejak didirikan pada 2017, Easycash sebagai platform pindar berizin dan diawasi oleh OJK telah menyalurkan pendanaan kepada lebih dari 10 juta penerima dana (borrower).

"Dengan total nilai akumulasi pinjaman mencapai Rp 96,67 triliun," kata Nucky.

Saat ini, akses terhadap layanan keuangan masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Di tengah kebutuhan pendanaan yang terus meningkat, masih terdapat kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya terintegrasi ke dalam sistem keuangan formal sehingga memiliki keterbatasan dalam memperoleh akses kredit.

"Kondisi ini menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas inklusi keuangan guna mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Merujuk pada White Paper Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) bersama Mandala Consulting berjudul “Mendorong Perluasan Akses Kredit melalui Kolaborasi Bertanggung Jawab antara Bank dan Pindar”, akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data World Bank menunjukkan terdapat sekitar 48 persen penduduk dewasa Indonesia yang masih berada dalam kategori underbanked. Sementara itu, Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat tingkat inklusi keuangan perbankan baru mencapai sekitar 70 persen pada 2025.

"Artinya, masih terdapat sekitar 30 persen masyarakat dewasa Indonesia yang belum terlayani secara optimal oleh layanan keuangan formal atau financially excluded," ujarnya.

BTN, Rumah123

Perkuat Ekosistem Properti Digital, BTN dan Rumah123 Hadirkan Akses Kepemilikan Hunian Terintegrasi

BTN menggandeng PT Web Marketing Indonesia (Rumah123), memperkuat kolaborasi strategis untuk menghadirkan akses hunian yang lebih mudah & terintegrasi bagi masyarakat RI.

img_title

VIVA.co.id

18 Juni 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |