Dulu Laris Manis, Kini Sepi Peminat: Mobil SUV Ini Mulai Ditinggalkan Konsumen

7 hours ago 3

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:30 WIB

Jakarta, VIVA Mobil SUV tiga baris dari Toyota, yakni Toyota Highlander 2026, kini mulai dipertanyakan eksistensinya. Di tengah persaingan yang semakin ketat bahkan dari “saudara sendiri” model ini dinilai mulai tertinggal dan mungkin sudah saatnya digantikan oleh generasi baru yang lebih relevan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tekanan terbesar terhadap Highlander justru datang dari dalam lini produk Toyota sendiri, yaitu Toyota Grand Highlander. Model yang lebih besar ini hadir dengan dimensi lebih panjang dan ruang kabin yang jauh lebih lega, khususnya di baris ketiga sebuah kelemahan utama Highlander selama ini.

Sejak kemunculannya, Grand Highlander langsung menarik perhatian pasar. Bahkan, penjualannya dilaporkan jauh melampaui Highlander, mencerminkan perubahan preferensi konsumen yang kini menginginkan SUV keluarga dengan ruang lebih luas.

Penurunan minat terhadap Highlander pun terlihat jelas, dengan angka penjualan yang merosot signifikan dalam satu tahun terakhir. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa model lama tersebut mulai kehilangan relevansi di pasar modern.

Secara konsep, Highlander menawarkan konfigurasi tiga baris kursi yang mampu menampung hingga delapan penumpang. Namun, pada praktiknya, kenyamanan di baris ketiga menjadi salah satu titik lemah.

Ruang kaki yang terbatas dan area bahu yang sempit membuat kursi belakang kurang ideal untuk penumpang dewasa. Hal ini menjadi kontras dengan ekspektasi SUV keluarga masa kini yang menuntut kenyamanan di seluruh baris kursi.

Meski begitu, bagian depan dan baris kedua tetap menawarkan kenyamanan yang cukup baik, dengan material premium serta fitur seperti pemanas dan ventilasi kursi pada varian tertentu.

Highlander 2026 hadir dengan dua pilihan mesin, termasuk varian hybrid yang menggabungkan mesin bensin 2.5 liter dengan motor listrik. Total tenaga mencapai sekitar 243 hp, sementara versi non-hybrid menggunakan mesin turbo 2.4 liter dengan tenaga lebih besar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam penggunaan sehari-hari, varian hybrid terasa responsif di kecepatan rendah, terutama di area perkotaan. Namun, performanya cenderung biasa saja saat melaju di kecepatan tinggi.

Dari sisi efisiensi, angka konsumsi bahan bakar memang cukup baik di atas kertas, tetapi dalam penggunaan nyata bisa lebih rendah tergantung kondisi jalan dan cuaca.

Halaman Selanjutnya

Dengan rencana hadirnya generasi terbaru yang kemungkinan akan beralih ke tenaga listrik penuh, posisi Highlander 2026 semakin terjepit. Toyota tampaknya menyadari bahwa pasar SUV terus berkembang, dan model lama perlu berevolusi agar tetap kompetitif.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |