Jakarta, VIVA – Peringatan Hari Hutan Sedunia kembali menegaskan pentingnya hutan sebagai penopang keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan manusia.
Hutan tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru bumi, menyerap emisi karbon, dan melindungi keanekaragaman hayati, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat, termasuk kelompok ultra mikro di berbagai daerah Indonesia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Laporan Global Forest Resources Assessment 2020 dari Food and Agriculture Organization mencatat dunia kehilangan sekitar 10 juta hektare hutan setiap tahun pada periode 2015–2020.
Data ini menunjukkan bahwa pelestarian hutan masih menjadi tantangan global yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak.
Dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, dunia usaha memiliki peran penting. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Green Impact yang menjadi bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), terus mendorong kontribusi nyata untuk pelestarian hutan.
Hingga November 2025, PNM telah menanam 75.000 pohon di berbagai wilayah Indonesia dan menargetkan penambahan 85.000 pohon pada 2026 sebagai bagian dari langkah berkelanjutan dalam mendukung pemulihan ekosistem.
Program Green Impact tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat, termasuk nasabah PNM, sehingga memberikan dampak ekologis sekaligus sosial.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menekankan bahwa menjaga keberlanjutan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara konsisten.
“Dari langkah kecil yang dilakukan bersama, akan tumbuh dampak yang lebih besar bagi alam dan generasi mendatang,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
PNM Ajak Masyarakat Ikut Aksi Nyata
Dengan program ini, PNM berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga hutan sebagai sumber kehidupan sekaligus memperkuat upaya bersama untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Purbaya Pede Ekonomi RI Tembus 5,7 Persen di Kuartal Pertama, Ini Alasannya
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meyakini daya beli masyarakat terjaga selama periode Ramadhan dan optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2026 mampu mencapai 5,7 persen
VIVA.co.id
21 Maret 2026

5 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
