Jakarta, VIVA – Bagasi di bawah jok menjadi salah satu fitur yang membuat sepeda motor, khususnya skutik, semakin praktis digunakan sehari-hari. Selain bisa menyimpan barang bawaan, beberapa motor bahkan memiliki ruang yang cukup untuk membawa helm full face.
Namun, helm sebaiknya tidak asal dimasukkan ke dalam bagasi setelah digunakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama berkaitan dengan kelembapan, sirkulasi udara, dan panas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Produsen helm asal Jepang, Shoei, dalam panduan keselamatannya menyarankan bagian interior helm yang basah segera dikeringkan menggunakan kain kering atau diletakkan di tempat teduh dengan ventilasi yang baik. Artinya, helm yang masih lembap setelah dipakai sebaiknya tidak langsung disimpan dalam ruang tertutup.
Dikutip VIVA Otomotif dari laman resminya, Senin 30 Agustus 2026, lelembapan bisa berasal dari keringat pengguna maupun air hujan. Jika helm baru selesai digunakan dan bagian dalamnya masih basah, langkah yang lebih baik adalah mengangin-anginkannya terlebih dahulu agar kelembapan berkurang sebelum helm kembali disimpan.
Masalah lain yang perlu diperhatikan adalah suhu di dalam bagasi. Shoei memperingatkan agar helm tidak dibiarkan di tempat dengan suhu tinggi atau terkena panas berlebihan, termasuk lingkungan yang temperaturnya melebihi 50 derajat Celsius. Panas berlebihan dapat merusak cangkang maupun lapisan penyerap benturan pada helm.
Karena itu, menyimpan helm di bawah jok sebenarnya bukan sesuatu yang dilarang. Yang perlu dihindari adalah meninggalkan helm dalam bagasi dalam waktu lama ketika motor berada di bawah terik matahari, terutama jika kondisi bagasi menjadi sangat panas.
Pemilik motor juga sebaiknya tidak memaksakan helm masuk ke dalam bagasi. Jika ruang penyimpanan terlalu sempit hingga helm harus ditekan atau terkena tekanan dari barang lain, kondisi tersebut berpotensi membuat bagian tertentu helm mengalami kerusakan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Shoei sendiri mengingatkan pengguna untuk memperlakukan helm dengan hati-hati dan tidak melempar atau menduduki helm. Produsen tersebut juga menjelaskan bahwa lapisan penyerap benturan atau impact-absorbing linersensitif terhadap panas.
Jadi, menyimpan helm di bagasi motor boleh saja, terutama ketika sedang meninggalkan kendaraan. Namun setelah berkendara, sebaiknya helm terlebih dahulu diberi kesempatan untuk mengering, terutama jika bagian dalamnya basah akibat keringat atau hujan.
Halaman Selanjutnya
Selain itu, ketika motor diparkir di tempat yang terkena matahari dalam waktu lama, helm lebih baik dibawa keluar dari bagasi dan disimpan di tempat yang teduh serta memiliki sirkulasi udara baik.

2 hours ago
1














