Ekspor Listrik ke Singapura Mentok soal Harga, Bahlil: Harus Win-win, Saling Menguntungkan

1 week ago 1

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:32 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, salah satu alasan tertundanya rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura, adalah terkait dengan satu masalah krusial yakni soal penentuan harga listrik.

Dia menjelaskan, di Indonesia sendiri, regulasi soal penentuan harga listrik itu merupakan kewenangan pemerintah. Sehingga, peluang ekspor energi ini menurutnya juga harus diiringi dengan manfaat ekonomi yang seimbang bagi kedua belah pihak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Prosesnya sedang berjalan, tapi kita masih menegosiasikan harga. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan," kata Bahlil dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia

Photo :

  • [tangkapan layar]

Karenanya, Bahlil menegaskan bahwa rencana ekspor listrik ke Singapura ini harus menguntungkan kedua pihak pemerintah, baik pemerintah Indonesia maupun Singapura.

"Karena kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja, dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," ujarnya.

Bahlil menjelaskan, rencana ekspor listrik itu merupakan kelanjutan dari kerja sama sektor energi, yang telah disepakati kedua negara sejak tahun lalu. Cakupannya yakni termasuk soal ekspor listrik hijau, pengembangan kawasan industri hijau, serta Carbon Capture and Storage (CCS).

"Dari setahun lalu kita kan sudah melakukan tiga penandatanganan MoU. Satu adalah ekspor listrik ke Singapura, kedua kawasan industri hijau, dan yang ketiga adalah untuk carbon capture storage atau CCS-nya," kata Bahlil.

"Dan ketiganya merupakan satu kesatuan yang kita tandatangani sejak tahun kemarin," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahlil mengatakan, rencana perdagangan listrik lintas batas ini menjadi bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara, khususnya dalam pengembangan energi hijau dan transisi energi. Namun, penyelesaian negosiasi harga tetap menjadi penentu agar kerja sama tersebut dapat segera diimplementasikan.

Kesepakatan harga yang seimbang menurutnya sangat penting, agar ekspor listrik tidak hanya menjadi transaksi komersial melainkan juga dapat memberikan manfaat ekonomi nyata bagi Indonesia serta mendukung keberlanjutan kerja sama energi dengan Singapura.

Pembelian emas Antam.

Harga Emas Hari Ini 7 Juli 2026: Antam Melorot, Produk Global Merosot

Harga emas produk PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dibanderol seharga Rp 2.655.000 per gram pada perdagangan hari ini. Harga itu turun Rp 15.000 per gram dibanding kemarin.

img_title

VIVA.co.id

7 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |