ESDM: Pertamina dan MedcoEnergi Mulai Serap Minyak dari Sumur Rakyat

3 weeks ago 11

Senin, 18 Mei 2026 - 20:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian ESDM melalui Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas), Laode Sulaeman mengatakan, Pertamina dan MedcoEnergi sudah menyerap hasil produksi minyak dari program sumur rakyat, yang sudah berlangsung di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jawa Tengah (Jateng).

"Sementara ini Pertamina dan Medco," kata Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menjelaskan, hal itu karena lapangan-lapangan migas milik Pertamina dan MedcoEnergi, bersinggungan dengan sumur rakyat.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman

Dia menambahkan, masyarakat di Sumsel dan Jateng sedang bersemangat untuk memproduksi minyak. Namun, Laode mengaku belum menghitung berapa total produksi sumur rakyat per hari ini.

“Kita mengejar 610 ribu barel per hari. Jadi, (produksi) sehari 100–200 barel pun akan kami kejar,” ujar Laode.

Capaian tersebut merupakan realisasi dari Peraturan Menteri ESDM No. 14 Tahun 2025 yang mengatur kerja sama pengelolaan bagian wilayah kerja untuk meningkatkan produksi minyak dan gas bumi (migas), khususnya melalui reaktivasi sumur tua dan pengolahan sumur masyarakat secara legal.

Hasil minyak dari sumur rakyat akan dibeli oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), seperti Pertamina dan MedcoEnergi, dengan harga 80 persen dari harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP).

Koperasi Blora Migas Energi (BME) dilaporkan mulai mengirimkan minyak mentah yang dihasilkan dari sumur rakyat ke Pertamina sebagai langkah awal penguatan produksi energi daerah sekaligus mendukung target lifting minyak nasional.

"Minyak mentah yang dikirim dari sumur rakyat di Desa Plantungan, Kecamatan Blora, dengan total sekitar 15 ribu liter minyak mentah," kata Ketua Koperasi BME Blora Sutrisno di Blora, Jawa Tengah, Selasa, 12 Mei 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu menurutnya menjadi langkah awal yang baik, sehingga nantinya bisa membantu peningkatan lifting minyak dan mendukung kemandirian energi. Pengiriman sampel dari Plantungan, kata dia, dilakukan pada Senin, 11 Mei 2026, menggunakan empat unit truk tangki berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

Dia mengungkapkan seluruh pengiriman minyak mentah wajib melalui tahapan pengujian kualitas oleh PT Pertamina sebelum diterima. Salah satu syarat utamanya, yakni kadar air maksimal 0,5 persen sesuai perjanjian kerja sama. (Ant).

Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia melakukan tinjauan langsung ke salah satu pangkalan LPG 3 Kg.

ESDM Jamin Harga LPG Subsidi Tak Naik Meski Rupiah Melemah

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman memastikan, harga LPG subsidi 3 kilogram (kg) tidak naik meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mengalami pelemahan.

img_title

VIVA.co.id

18 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |