Estetik Saja Tak Cukup, Ini Tips Memilih Material Interior Rumah agar Awet dan Fungsional

6 days ago 9

Kamis, 9 Juli 2026 - 04:00 WIB

Jakarta, VIVA – Mempercantik interior rumah kini bukan lagi sekadar memilih warna yang menarik atau motif yang sedang tren. Di balik tampilan yang estetik, kualitas material justru menjadi faktor penting yang menentukan kenyamanan, keamanan, sekaligus usia pakai sebuah hunian.

Perkembangan desain interior dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya perubahan cara pandang masyarakat dalam memilih material. Jika sebelumnya aspek visual menjadi pertimbangan utama, kini semakin banyak orang mulai memperhatikan daya tahan, kemudahan perawatan, hingga teknologi yang dimiliki sebuah material. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan akan hunian yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mampu mendukung aktivitas sehari-hari.

Perubahan tren tersebut turut terlihat dalam berbagai inovasi yang diperkenalkan pada ajang pameran industri bangunan dan interior, di mana berbagai produsen material menghadirkan solusi yang menggabungkan unsur estetika dengan fungsi yang lebih lengkap. 

"Orang tuh kadang mikir untuk milih material, pertama dia emang estetik. Tapi kadang estetik tuh gak cukup juga. Kadang harus ada faktor lain yaitu fungsi," ujar Kevin Octavius, Sales & Marketing Manager AICA di pameran Indobuildtech 2026. 

Material interior juga disebut seharusnya tidak hanya memberikan nilai visual, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas penggunaan ruang dalam jangka panjang.

"Di sini kita punya material, kita elevasi, gak cuma cantik dilihat mata aja, tapi juga punya teknis atau fungsi yang bisa mendukung kehidupan kita sehari-hari. Contohnya kayak ada material antibakteri, ada material antivirus, anti-fingerprint. Jadi gak cuma cantik, tapi performanya juga bagus dan mendukung kita," jelasnya.

Kebutuhan masyarakat terhadap material bangunan dan furnitur kini semakin kompleks. Selain desain yang menarik, konsumen juga mulai mempertimbangkan berbagai aspek teknis, seperti ketahanan terhadap goresan, kelembaban, noda, hingga kemudahan saat dibersihkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Material dengan karakter tersebut dinilai mampu memberikan nilai lebih karena tidak hanya mempercantik ruangan, tetapi juga membantu mengurangi biaya perawatan dalam jangka panjang. Kondisi inilah yang mendorong berbagai inovasi baru di industri material interior.

Misalnya seperti HPL yang dilengkapi teknologi anti-fingerprint, antibakteri, serta synchronized pattern, sehingga tekstur permukaan dan motifnya tampak lebih menyatu untuk menghasilkan kesan alami. Material ini juga tersedia dalam berbagai pilihan motif seperti kayu, logam, hingga beton yang dapat disesuaikan dengan berbagai konsep desain interior.

Halaman Selanjutnya

Sementara itu, edging sebagai material pelapis tepi yang dirancang untuk menyempurnakan hasil akhir furnitur. Selain memberikan tampilan yang lebih rapi dan presisi, material ini juga membantu melindungi bagian tepi panel dari risiko kerusakan akibat penggunaan sehari-hari maupun paparan kelembapan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |