Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami YTR masih menjadi perhatian publik. Setelah ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai diduga disekap selama tiga tahun oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, kini fokus utama beralih pada proses pemulihan korban yang dipastikan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Tim dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung mengungkapkan bahwa kondisi YTR memang terus menunjukkan perkembangan positif. Namun, cedera yang dialaminya cukup kompleks sehingga membutuhkan penanganan medis bertahap. Bahkan, proses rehabilitasi secara keseluruhan diperkirakan berlangsung hingga satu tahun. Berikut sejumlah fakta terbaru mengenai kondisi dan proses pemulihan YTR.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
1. Proses Pemulihan Diperkirakan Berlangsung Selama Satu Tahun
Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa saat ini tim medis telah menyusun rencana perawatan jangka panjang bagi YTR.
Tahap awal difokuskan untuk mengatasi infeksi yang masih dialami korban. Setelah kondisi tersebut benar-benar membaik, barulah berbagai tindakan lanjutan dilakukan secara bertahap.
"Jadi kami dalam sebulan ini masih fokus di menghilangkan infeksinya dan kami sudah membuat schedule mungkin bisa sampai setahun perbaikan semuanya," katanya, dikutip dari tayangan YouTube, Jumat, 3 Juli 2026.
2. Bukan Hanya Wajah, Kondisi Kaki Juga Memerlukan Rehabilitasi
Cedera yang dialami YTR ternyata tidak hanya terjadi pada bagian wajah. Tim dokter mengungkapkan bahwa kemampuan gerak korban juga ikut terdampak sehingga membutuhkan terapi dan rehabilitasi secara menyeluruh.
"Karena bukan hanya wajah saja untuk pergerakan kaki pun sama ada. Jadi kami sudah men-schedule kan satu tahun ke depan bisa beres," ujar Rachim.
Artinya, proses pemulihan tidak hanya berfokus pada tindakan bedah plastik atau rekonstruksi wajah, tetapi juga mengembalikan fungsi tubuh agar korban dapat kembali beraktivitas secara normal.
3. Operasi Belum Bisa Dilakukan
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski banyak pihak berharap YTR segera menjalani operasi rekonstruksi, tim dokter menegaskan tindakan tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh infeksi benar-benar hilang. Apabila operasi dilakukan ketika infeksi masih ada, proses penyembuhan justru berisiko mengalami komplikasi.
Halaman Selanjutnya
"Bulan ini masih fokus di infeksinya. Jadi kalau belum tuntas kita nggak bisa mengoperasi karena nggak akan sembuh. Dalam minggu kedua sudah mereda tapi belum beres sekali," jelasnya.

1 week ago
3











