Febrie Adriansyah Ditahan Tanpa Rompi, Hasto Singgung Perlakuan Berbeda yang Dialami

8 hours ago 1

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:46 WIB

Jakarta, VIVA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto menanggapi soal penahanan eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah yang tidak memakai rompi tersangka.

Dia mengatakan seluruh masyarakat memiliki kedudukan yang sama di mata hukum. Karena itu, dia menilai ada perlakuan berbeda kepada Febrie.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tadi kami katakan di dalam sambutan bagaimana warga negara yang oleh konstitusi memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, ternyata tidak sama di hadapan penegak hukum,” kata Hasto usai acara teatrikal peristiwa Kudatuli di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Minggu 26 Juli 2026.

Hasto pun menyinggung pengalamannya ketika ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia menyebut saat itu dirinya tetap patuh terhadap hukum dengan tetap memakai rompi oranye dan diborgol.

“Saya pun pernah mengalami ketika mengenakan rompi oranye, diborgol, saya taat meskipun saya tahu itu bagian dari suatu kriminalisasi akibat sikap keras di dalam menyikapi Pemilu tahun 2024 yang lalu. Itu saya terima,” kata dia.

Karena itu, Hasto menekankan aparat penegak hukum tidak boleh memperlakukan sikap berbeda meskipun tersangka merupakan pejabat.

“Tidak boleh ada perlakuan yang berbeda hanya karena seorang pejabat di bidang hukum lalu mendapatkan suatu keistimewaan. Ini yang akan mempercepat ketidakpuasan itu,” jelas Hasto.

Lebih lanjut, dia juga menyinggung peristiwa 27 Juli 1996 atau dikenal Kudatuli. Hasto mengatakan masyarakat mendukung lantaran saat itu hukum hanya berpihak pada kelompok elit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Jangan sampai pengalaman pahit itu terjadi kembali. Dan kondisi yang ekstrem tersebut menunjukkan bahwa hukum betul-betul tidak berkeadilan,” tandasnya.

tvOnenews/Syifa Aulia

Hasto Kristiyanto

PDIP Gelar Teatrikal 30 Tahun Kudatuli, Hasto Singgung Bukti Kelam Orde Baru

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan peristiwa Kudatuli menjadi salah satu bukti penggunaan kekuasaan secara represif saat Orde Baru. Dia menilai tindakan itu sebagai

img_title

VIVA.co.id

26 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |