Ferrari Hidupkan Lagi Transmisi Manual di Era Mobil Super Modern

1 week ago 1

Senin, 6 Juli 2026 - 19:00 WIB

Maranello, VIVA – Transmisi manual kini semakin jarang ditemui pada mobil sport maupun supercar. Seiring berkembangnya teknologi, sebagian besar pabrikan memilih menggunakan transmisi otomatis kopling ganda (dual-clutch transmission atau DCT) karena menawarkan perpindahan gigi yang lebih cepat, efisien, dan konsisten.

Di tengah tren tersebut, Ferrari justru mengambil langkah berbeda. Pabrikan asal Italia itu memperkenalkan Ferrari 12Cilindri Manuale, sebuah edisi terbatas yang mengembalikan sensasi mengemudi dengan tuas persneling dan pedal kopling, namun dikombinasikan dengan teknologi elektronik modern.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ferrari menyebut model ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang lebih melibatkan pengemudi. Filosofi tersebut terinspirasi dari mobil-mobil grand tourer Ferrari era 1950-an hingga 1970-an yang mengandalkan interaksi langsung antara pengemudi, mesin, dan transmisi.

Sorotan utama hadir melalui sistem Manuale By-Wire, teknologi yang dikembangkan sepenuhnya di Maranello. Berbeda dengan transmisi manual konvensional yang seluruh mekanismenya bekerja secara mekanis, sistem ini menerjemahkan gerakan tuas persneling dan pedal kopling menjadi sinyal elektronik tanpa menghilangkan sensasi khas perpindahan gigi manual.

Ferrari menjelaskan sistem tersebut tetap mempertahankan karakter mekanis saat pengemudi memindahkan tuas transmisi. Bahkan, mekanisme di dalam tuas dirancang mampu menghasilkan sensasi klik serta tahanan yang menyerupai perpindahan gigi pada transmisi manual tradisional.

Pengemudi juga tetap menggunakan tiga pedal layaknya mobil manual pada umumnya. Pedal kopling bekerja melalui sistem clutch-by-wire, di mana posisi injakan dibaca sensor sebelum diteruskan ke kopling transmisi otomatis kopling ganda delapan percepatan yang telah dimodifikasi khusus untuk model ini.

Ferrari 12Cilindri Manuale

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan pendekatan tersebut, Ferrari berupaya mempertahankan pengalaman berkendara yang lebih alami. Jika perpindahan gigi dilakukan dengan tepat, prosesnya berlangsung halus, sedangkan perpindahan yang kurang presisi tetap dapat menimbulkan hentakan atau bahkan membuat mesin mati, sebagaimana karakter mobil manual konvensional.

Meski mengedepankan pengalaman berkendara manual, Ferrari tetap memberikan fleksibilitas kepada pengemudi. Mobil ini dapat dioperasikan menggunakan mode manual pada enam percepatan dan gigi mundur, atau beralih ke mode otomatis ketika pengemudi menginginkan kenyamanan lebih saat berkendara.

Halaman Selanjutnya

Di balik sistem tersebut tetap bersemayam mesin V12 naturally aspirated yang menjadi ciri khas Ferrari. Mesin itu mampu berputar hingga 9.500 rpm dan dipilih karena dinilai mampu menghadirkan karakter tenaga yang sesuai dengan pengalaman mengemudi menggunakan transmisi manual.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |