Film Pelangi di Mars Siap Jadi Kebanggaan IP Indonesia, Tayang Lebaran 2026

2 weeks ago 5

Jumat, 20 Februari 2026 - 12:10 WIB

Jakarta, VIVA – Industri film Indonesia kembali bersiap menghadirkan karya ambisius lewat film Pelangi di Mars yang dijadwalkan tayang pada Lebaran 18 Maret 2026. Diproduksi oleh Mahakarya Pictures, film ini tak sekadar menjadi tontonan keluarga, tetapi juga digadang-gadang sebagai langkah besar membangun Intellectual Property (IP) asli Indonesia yang mampu bersaing di level global.

Sejak perilisan trailer resminya yang langsung menyedot perhatian publik, Pelangi di Mars menunjukkan keseriusan tim produksi dalam menggarap film fiksi ilmiah ramah anak dengan standar kualitas tinggi. Film ini mengangkat kisah Pelangi, anak pertama yang lahir di Mars, yang melanjutkan misi ibunya untuk mencari mineral demi menyelamatkan krisis air di Bumi pada masa depan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, bahkan mengaku merasakan kebanggaan tersendiri setelah menonton versi awal film tersebut.

“Dan pas nonton jujur dari awal sampai akhir aku ngerasain kebanggaan yang luar biasa banget. Bukan hanya dari teknisnya, tapi dari cara pengemasnya itu di dalamnya. Dan itu film ini sangat rare moment banget karena ada moral-moral dan etika-etika yang harus ditanamkan dari kecil. Dan itu bisa masuk ke dalam film ini dengan rapi dan cantik banget gitu loh. And for me this is a great achievement bukan hanya dari teknis, tapi secara overall. Film ini wajib ditonton oleh semua anak-anak dan dewasa segala umur,” ujar Irene Umar saat konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta pada Kamis, 19 Februari 2026. 

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi produser Dendi Reynando dan sutradara Upie Guava yang telah mengembangkan proyek ini selama lima tahun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dendi Reynando menegaskan bahwa sejak awal ia ingin menghadirkan IP yang tidak berhenti di satu film saja.

“Kita ngerasa kalau hanya bikin film habis itu yang tidak ada sequel, habis itu tidak ada turunan dalam berbagai produk, kita ngerasa itu akan sia-sia. Jadi, kita benar-benar bikin kapal yang sangat besar dan berkolaborasi dengan, banyak pihak agar kapal besar ini bisa jadi kebanggaan kita bersama,” kata Dendi. 

Halaman Selanjutnya

Ia juga menjelaskan alasan kuat di balik keyakinannya membangun Pelangi di Mars sebagai IP jangka panjang.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |