Gejala Awal Terinfeksi Virus Nipah Tidak Spesifik, Diagnosis Sering Terlambat

21 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Epidemiolog yang juga ahli penyakit infeksi, dokter Dicky Budiman, mengatakan gejala awal seseorang terinfeksi virus nipah tidak spesifik. Bisa mirip dengan flu seperti demam, sakit kepala, muntah, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Bisa juga mirip dengan gejala demam berdarah dengue (DBD) bahkan tifoid.

Lalu, dalam beberapa kasus muncul gejala pernapasan seperti batuk, sesak napas, atau pneumonia. "Gejala awalnya tidak spesifik, mirip flu, bahkan kalau di Indonesia bisa mirip tifoid atau demam berdarah," tutur Dicky lewat pesan suara ke Health Liputan6.com pada Selasa, 27 Januari 2026.

Pada kasus perawat di Benggala Barat, India yang terinfeksi virus nipah, pasien tersebut mengalami demam tinggi dan kesulitan bernapas. Gejala awal orang yang terinfeksi virus Nipah tidak jelas alhasil deteksi dini dan diagnosis sering terlambat.

Hal yang miris adalah angka kematian infeksi virus Nipah ini tinggi. Dalam sejumlah wabah sebelumnya, tingkat kematian virus Nipah dilaporkan mencapai 40 hingga 75 persen.

Hingga kini belum ada alat atau pengobatan spesifik untuk melawan infeksi nipah virus. Vaksin juga belum ada sehingga angka kematiannya tinggi. "Nah, inilah yang membahayakan."

Gejala Tidak Spesifik, Penularan Tidak Disadari

Gejala orang terinfeksi virus Nipah kerap tidak spesifik, sehingga membuat risiko menular ke keluarga maupun perawat atau tenaga kesehatan yang merawat. Hal ini seperti terjadi di India dan Bangladesh.

"Hampir semua klaster besar infeksi virus Nipah di India dan Bangladesh berawal dari pasien indeks yang tidak dikenali. Nah ini yang harus difahami dan diwaspadai juga termasuk di Indonesia," katanya.

Pasien indeks yang tidak diketahui oleh tenaga kesehatan, kata Dicky, bisa menjadi ancaman serius bagi sistem layanan kesehatan. "Karena jadi lockdown kan rumah sakitnya,"

Virus Nipah Memicu Outbreak Kecil

Dicky mengatakan bahwa virus Nipah bisa menular dari hewan ke manusia. Bisa juga antar manusia.Pada penularan ke manusia lain, hal itu terjadi lewat kontak dekat dan terpapar cairan tubuh pasien yang terinfeksi.

Hal ini membuat kasus infeksi virus nipah tidak melonjak besar tapi wabah dalam skala kecil.

"Risiko terbesarnya adalah adanya outbreak kecil tapi mematikan. Jadi bukan ledakan kasus besar begitu," tuturnya.

5 Kasus Infeksi Virus Nipah di Benggala Barat, India

Pada pertengahan Januari 2026, Benggala Barat, India mencatat telah ada lima kasus infeksi virus Nipah.

Tiga dari lima kasus virus Nipah dilaporkan belum lama ini, kata pihak berwenang. Sebelumnya, tercatat dua orang terinfeksi virus Nipah.

Dua kasus awal merupakan perawat dengan kelami laki-laki dan perempuan. Perawat tersebut bekerja di sebuah rumah sakit swasta di Barasat dekat ibu kota negara bagian Kolkata seperti mengutip laman Global Times, Selasa, 27 Januari 2026.

Kedua perawat bertugas bersama antara tanggal 28 hingga 30 Desember 2025. Pada 31 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mereka mengalami demam tinggi dan kesulitan bernapas. Lalu, kondisi sempat memburuk sehingga menjalani perawatan intensif di rumah sakit pada 4 Januari.

Berdasarkan investigasi awal, kedua perawat tersebut tertular virus saat merawat pasien dengan gejala pernapasan parah kemudian meninggal. Pasien tersebut sudah meninggal sebelum pengujian dilakukan seperti mengutip The Telegraph.

Setelah kejadian tersebut, 180 orang menjalani pemeriksaan. Lalu, sejumlah orang yang mengalami kontak erat menjalani isolasi.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |