Liputan6.com, Jakarta - Psikolog Novi Ernilawati menjelaskan tahap perkembangan psikologi atau psikis anak dari usia nol hingga lima tahun.
Dia mengutip tahapan perkembangan menurut psikoanalis anak terkemuka Erik Erikson, yang membagi tahap perkembangan psikis anak sebagai berikut:
Usia 0-18 Bulan
Pada usia 0-18 bulan anak mulai membangun kepercayaan dan ketidakpercayaan. Anak mengembangkan harapan dan rasa percaya saat lingkungan menyediakan kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian.
“Kurangnya hal-hal tersebut dapat mengembangkan ketidakpercayaan,” kata Novi mengutip keterangan pers BKKBN Ambon, Maluku, Senin (26/1/2026).
Usia 18 Bulan-3 Tahun
Memasuki usia 18 Bulan hingga tiga tahun merupakan fase otonomi dan rasa malu. Pada fase ini, orang tua perlu mengajari anak untuk melakukan sendiri hal-hal yang bisa dilakukan, seperti makan dan memakai baju, untuk menumbuhkan tekad dan kemandirian.
“Jika tidak diajarkan kontrol diri dan mandiri, akan muncul rasa malu, ragu pada diri sendiri, dan rendah diri,” jelas Novi.
Usia 30-5 Tahun
Fase berikutnya adalah munculnya inisiatif dan rasa bersalah, yakni usia tiga hingga lima tahun. Di usia ini anak belajar menyeimbangkan kemampuan dan tujuannya, dan orang tua perlu memberi kesempatan anak untuk berinisiatif.
“Lingkungan sosial yang kurang mendukung dapat membuat anak kurang inisiatif dan menumbuhkan rasa bersalah,” kata Novi.
Faktor Pembentuk Perkembangan Individu
Novi menambahkan, Bronfenbrenner pada teori sistem ekologinya menegaskan bahwa perkembangan individu adalah hasil kombinasi kompleks dari berbagai hal, termasuk:
- Pengalaman pribadi
- Hubungan sosial
- Struktur sosial
- Budaya
- Waktu.
Teori ini membagi lingkungan menjadi beberapa sistem, yakni:
- Microsystem (orang tua, guru, pertemanan)
- Mesosystem (hubungan antara dua mikrosistem, misalnya hubungan orang tua dengan guru, pihak keluarga dengan pihak sekolah).
- Exosystem (tempat kerja, orang tua, media massa, tetangga)
- Macrosystem (kekuatan budaya, kebijakan publik, sistem hukum)
- Chronosystem (sejarah dan trauma antargenerasi)
“Semua sistem ini saling terkait hingga akhirnya membentuk individu.”
Pastikan Anak Berkembang di Ruang Aman
Orang tua perlu menciptakan ruang aman ketika anak menjajaki setiap tahap psikologisnya, kata Novi. Tujuannya, agar anak dapat belajar, bermain, dan berkembang tanpa rasa takut atau tekanan.
Lanjut baca
Hal ini penting karena membantu anak merasa dihargai dan dicintai, melindungi dari risiko kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan mendukung perkembangan mental dan emosional yang sehat. Anak yang tumbuh di ruang tidak aman bisa menjadi anak yang rentan. “Kita harus memberikan ruang aman anak yang meliputi keamanan fisik (bebas dari ancaman bahaya), keamanan emosional (bebas mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi), dan keamanan sosial (hubungan suportif tanpa diskriminasi atau tekanan).” “Ruang aman ini dapat dibangun dengan cara memberikan perhatian penuh saat anak berbicara, menetapkan batasan yang sehat, dan mengajarkan rasa hormat,” jelasnya.

1 day ago
3
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524251/original/038263600_1627479870-wes-hicks-Xg_LGdZVPe0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485858/original/007017800_1769566397-Gemini_Generated_Image_ga2j8dga2j8dga2j.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3563902/original/063957200_1631001469-todd-cravens-IY1sRDxNWN4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485492/original/007610400_1769508737-nipah_bgs.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4717453/original/031148700_1705391334-fotor-ai-20240116142033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961457/original/096374900_1728224007-fotor-ai-20241006205116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277037/original/085022200_1751974982-Demam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5033445/original/029989800_1733209830-A_realistic_illustration_of_a_young_person_holding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463911/original/050937000_1767673835-stockking.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4945936/original/087656400_1726563158-fotor-ai-20240917154136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4151295/original/031354400_1662628401-Kereta-India-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483537/original/001042400_1769397673-IMG_0821.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5484174/original/027555400_1769415446-ruang_aman.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5136420/original/019978400_1739860622-healthy-young-asian-runner-woman-sports-clothing-running-jogging-sidewalk.jpg)















