Kunci Sukses Menyusui adalah Ketenangan, Ibu Perlu Paham Proses yang Terjadi pada Tubuh dan Bayi

1 hour ago 1

Liputan6.com, Jakarta - Bagi ibu baru melahirkan sebuah kebahagiaan tak terkira bila bisa menyusui buah hati. Untuk bisa menyusui dengan lancar kunci utamanya adalah ketenangan.

"Menyusui itu harus tenang banget. Namun, untuk tenang itu ibu perlu mengerti apa yang terjadi (pada dirinya dan bayi)," tutur dokter spesialis anak dan konselor laktasi, I Gusti Ayu Nyoman Partiwi dari RS Bunda Jakarta.

Maka dari itu, Tiwi meminta kepada ibu sebelum melahirkan untuk mempelajari kondisi yang akan dialami ibu dan bayi. Dengan pemahaman yang baik maka proses menyusui cenderung tenang.

Salah satu aspek yang perlu ibu ketahui adalah bahwa semua ibu yang hamil memproduksi hormon prolaktin. Hormon ini berfungsi untuk merangsang perkembangan payudara dan produksi ASI (laktasi). Dengan adanya hormon ini maka setiap ibu yang hamil dan melahirkan pasti memiliki air susu ibu (ASI).

"Jadi, saya percaya bahwa semua ibu hamil dan melahirkan ada ASI. Saya enggak percaya kalau enggak ada ASI, kalau ASI enggak cukup itu mungkin," tutur wanita yang karib disapa Tiwi dalam acara Bunda Maternity Acedemia bersama Blackmores Lacta Well pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Inisiasi Menyusui Dini (IMD), Aspek Penting Sukses Menyusui

Usai melahirkan, bayi dengan kondisi stabil perlu melakukan inisiasi menyusui dini (IMD). Pada saat bayi diletakkan di dada ibu, Tiwi yakin, semua ibu yang dalam posisi sadar (tidak mendapatkan sedasi/ditidurkan) pasti akan mengelus-elus bayinya.

"Wah itu hormon langsung bekerja pada ibu dan bayi. Hormon prolaktin dan endorfin itu 'jalan'. Si bayi akan bergerak mencari puting karena ibu memberikan rangsangan (berupa elusan)," tutur Tiwi.

Jika memang usai melahirkan tidak bisa IMD karena misal bayi tidak stabil tidak masalah. Maka bisa dilakukan saat bayi sudah stabil sekitar empat jam kemudian.

Bila bayi kondisi sudah stabil, ibu bisa meminta bayi untuk bisa satu ruangan sehingga bisa melanjutkan IMD.

"Biasanya sesudah empat jam bayi stabil, nah lakukan IMD di kamar sendiri enggak apa-apa," katanya.

Skin to skin contact di 24 jam pertama usai bayi lahir sangat mendukung dalam proses menyusui. "Enggak ada IMD yang gagal, engga ada," tutur Tiwi menyemangati.

Bayi Baru Lahir Aktif Menyusu di Malam Hari, Itu Normal

Tiwi juga mengatakan bahwa bayi di awal-awal lahir memang bangun di malam hari. Bukan maksud bayi untuk mengganggu si ibu tapi hormon menyusui itu tingginya malam.

"Kalau malam bayi maunya nempel terus, itu tanda-tanda bagus. Yang penting selama posisi perlekatan menyusui baik dan tidak lecet, berat badan bayi akan pelan turunnya dan nanti akan kembali naik," tutur Tiwi.

Berat badan bayi yang terus disusui akan kembali seperti berat saat lahir maksimal di hari ke-10. Makin cepat makin bagus. "Kadang yang lahir secara normal (pervaginam), di hari ke delapan sudah kembali berat badan seperti saat lahir," tutur Tiwi.

Tiwi mengungkapkan ketidakberhasilan menyusui biasanya ada di awal-awal usai melahirkan. Di mana bayi terlalu cepat diberi susu formula, terlalu lama bayi berpisah dengan ibu, terlalu sebentar menyusu.

"Maka posisi pelekatan dipelajari, posisi dan pelekatan menyusui harus baik, dan durasi menyusui diperpanjang semakin baik," pesan Tiwi.

Ibu Tenang, ASI Lancar

Selaras dengan Tiwi, Senior Brand Manager Blackmores Indonesia, Juliana Nur Wulan mengungkapkan bahwa menyusui bukan hanya soal nutrisi tapi juga ketenangan.

"Kalau ibu stres, itu dapat meningkatkan hormon kortisol yang berpotensi menghambat aliran ASI," kata Juliana di kesempatan yang sama.

Guna mendukung ibu agar lebih tenang saat menyusui dan kuantitas ASI jadi lebih baik hadir suplemen kesehatan Blackmores Lacta Well. Kandungan di dalamnya bukan hanya mendukung kuantitas ASI tapi juga kesehatan ibu. 

"Kandungan vitamin B kompleks di dalamnya membantu ibu lebih tenang. Lalu, ada juga fenugreek, yang teruji klinis meningkatkan kuantitas ASI dalam 24 jam," tutur Juliana.

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |