Liputan6.com, Jakarta - Orang tua perlu menciptakan ruang aman ketika anak menjajaki setiap tahap psikologis di usia nol sampai lima tahun.
Menurut psikolog Novi Ernilawati, menciptakan ruang aman di masa perkembangan psikis anak bertujuan agar anak dapat belajar, bermain, dan berkembang tanpa rasa takut atau tekanan.
Hal Ini penting karena membantu anak merasa dihargai dan dicintai, melindungi dari risiko kekerasan, perundungan, diskriminasi, dan mendukung perkembangan mental dan emosional yang sehat. Anak yang tumbuh di ruang tidak aman bisa menjadi anak yang rentan.
“Kita harus memberikan ruang aman anak yang meliputi keamanan fisik (bebas dari ancaman bahaya), keamanan emosional (bebas mengekspresikan perasaan tanpa takut dihakimi), dan keamanan sosial (hubungan suportif tanpa diskriminasi atau tekanan),” kata Novi mengutip keterangan pers BKKBN Ambon, Maluku, Senin (26/1/2026).
“Ruang aman ini dapat dibangun dengan cara memberikan perhatian penuh saat anak berbicara, menetapkan batasan yang sehat, dan mengajarkan rasa hormat,” jelasnya.
Anak bukan hanya tumbuh karena makanan dan pendidikan tetapi juga karena kasih sayang, dukungan dan lingkungan yang sehat, lanjut Novi.
"Mari, kita ciptakan lingkungan yang aman untuk bertumbuh bersama mereka, menciptakan individu yang sehat jiwa raganya menuju masa depan yang lebih baik," ajak Novi.
Tugas menjadi orang tua merupakan tugas seumur hidup yang pembelajarannya dilakukan terus menerus hingga akhir hayat.
“Titik-titik yang dilalui anaklah yang membentuk dirinya di masa depan. Proses ini sangat membutuhkan dukungan keluarga dan masyarakat. Lingkungan yang positif dan suportif akan memperkuat fondasi karakter anak,” ujarnya.
Tahap Perkembangan Psikis Anak
Sebelumnya, Novi menjelaskan soal tahap perkembangan psikologi atau psikis anak dari usia nol hingga lima tahun.
Dia mengutip tahapan perkembangan menurut psikoanalis anak terkemuka Erik Erikson, yang membagi tahap perkembangan psikis anak sebagai berikut:
Usia 0-18 Bulan
Pada usia 0-18 bulan anak mulai membangun kepercayaan dan ketidakpercayaan. Anak mengembangkan harapan dan rasa percaya saat lingkungan menyediakan kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian.
“Kurangnya hal-hal tersebut dapat mengembangkan ketidakpercayaan,” kata Novi.
Lanjut baca
Usia 18 Bulan-3 Tahun Memasuki usia 18 Bulan hingga tiga tahun merupakan fase otonomi dan rasa malu. Pada fase ini, orang tua perlu mengajari anak untuk melakukan sendiri hal-hal yang bisa dilakukan, seperti makan dan memakai baju, untuk menumbuhkan tekad dan kemandirian. “Jika tidak diajarkan kontrol diri dan mandiri, akan muncul rasa malu, ragu pada diri sendiri, dan rendah diri,” jelas Novi. Usia 30-5 Tahun Fase berikutnya adalah munculnya inisiatif dan rasa bersalah, yakni usia tiga hingga lima tahun. Di usia ini anak belajar menyeimbangkan kemampuan dan tujuannya, dan orang tua perlu memberi kesempatan anak untuk berinisiatif. “Lingkungan sosial yang kurang mendukung dapat membuat anak kurang inisiatif dan menumbuhkan rasa bersalah,” kata Novi.

1 day ago
4
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3524251/original/038263600_1627479870-wes-hicks-Xg_LGdZVPe0-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485858/original/007017800_1769566397-Gemini_Generated_Image_ga2j8dga2j8dga2j.png)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485154/original/028256900_1769496101-siti_nadia.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485457/original/070806700_1769507349-bgs_jkn.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3448808/original/032087500_1620206402-stethoscope-decorative-kidneys-gray_185193-30956.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485548/original/063674100_1769511840-closeup-shot-sleeping-bat-wrapped-its-wings.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3563902/original/063957200_1631001469-todd-cravens-IY1sRDxNWN4-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5485492/original/007610400_1769508737-nipah_bgs.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4717453/original/031148700_1705391334-fotor-ai-20240116142033.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4961457/original/096374900_1728224007-fotor-ai-20241006205116.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5277037/original/085022200_1751974982-Demam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5033445/original/029989800_1733209830-A_realistic_illustration_of_a_young_person_holding.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485209/original/002570800_1769498234-nipah_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5463911/original/050937000_1767673835-stockking.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4945936/original/087656400_1726563158-fotor-ai-20240917154136.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4151295/original/031354400_1662628401-Kereta-India-AFP-5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5483537/original/001042400_1769397673-IMG_0821.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5483948/original/020305900_1769408679-psikologi_anak.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5136420/original/019978400_1739860622-healthy-young-asian-runner-woman-sports-clothing-running-jogging-sidewalk.jpg)















