Jakarta, VIVA – Asosiasi Fintech Indonesia (Aftech) kembali menggelar Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2026, sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara regulator, industri perbankan, fintech, pelaku sektor riil, akademisi, serta mitra internasional dalam membangun sistem keuangan digital Indonesia.
Mengangkat tema “Beyond Banking: Redesigning Finance for Wellbeing and Growth in the Real Economy", IDBS 2026 akan menjadi ruang pertukaran gagasan sekaligus platform untuk menghasilkan agenda kolaborasi, rekomendasi kebijakan, dan kemitraan strategis.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir menyampaikan, saat ini Indonesia tengah memasuki era financial convergence, ketika perbankan, fintech, sistem pembayaran, dan aset keuangan digital, semakin terintegrasi dalam satu ekosistem.
Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir saat ditemui di acara Peringatan Bulan Fintech Nasional (BFN) 2024 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 11 November 2024
Photo :
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Tren ini diperkuat oleh universal banking, berkembangnya Open Finance, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), serta semakin pentingnya Digital Public Infrastructure (DPI) dan Digital Financial Infrastructure (DFI) sebagai fondasi transformasi sektor keuangan Indonesia.
“Fintech kini bukan lagi alternatif bagi perbankan, melainkan sebagai mitra strategis dalam membangun sistem keuangan masa depan," kata Pandu dalam keterangannya, Selasa, 7 Juli 2026.
Dia menegaskan, IDBS 2026 menjadi momentum bagi Aftech untuk menegaskan bahwa fintech siap naik kelas dan memperkuat kolaborasi dengan perbankan dan regulator.
"Serta memastikan inovasi keuangan digital mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan sektor riil," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Etik Aftech, Harun Reksodiputro menambahkan, integrasi fintech dan perbankan harus diiringi dengan penguatan tata kelola industri. Yakni mulai dari manajemen risiko, keamanan siber, perlindungan konsumen, tata kelola data, hingga kesiapan menghadapi risiko baru seperti AI.
“Tata kelola yang kuat bukanlah penghambat inovasi, melainkan fondasi utama bagi pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai tindak lanjut, Aftech akan merangkum hasil diskusi dari empat pilar utama IDBS 2026, yaitu Beyond Banking, Financial Wellbeing, Inclusive Growth, dan Digital Infrastructure ke dalam policy brief, rekomendasi kebijakan, serta agenda koordinasi bersama regulator, industri perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
Melalui IDBS 2026, Aftech mendorong sejumlah agenda prioritas, mulai dari penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan, pengembangan konsep financial well being, percepatan kesiapan implementasi universal banking dan Open Finance, penguatan Digital Public Infrastructure (DPI) dan Digital Financial Infrastructure (DFI), perluasan kolaborasi pembiayaan sektor riil dan UMKM, serta penyusunan rekomendasi kebijakan yang bersifat implementatif bagi regulator.
Halaman Selanjutnya
Dalam temuan awal Annual Members Survey (AMS) 2025–2026 yang diluncurkan pada IDBS 2026, survei terhadap 141 anggota AFTECH menunjukkan bahwa fintech Indonesia memasuki fase pertumbuhan yang lebih matang. Sekitar 43 persen responden telah membukukan laba, 84 persen telah mengadopsi AI, dan 86 persen menilai regulasi saat ini mendukung inovasi.

1 week ago
3











